Koalisi Hanura-Gerindra Tunggu Waktu...

Kompas.com - 12/11/2008, 09:51 WIB

JAKARTA, SELASA — Apa saja bisa terjadi dalam politik. Demikian slogan yang kerap menjadi senjata para politisi dalam menentukan langkah-langkahnya, termasuk yang satu ini, koalisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dalam Pemilu 2009. Apalagi, masing-masing ketua umumnya pernah bergandengan di Partai Golkar dan sama-sama berlatar mantan petinggi TNI.

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto sebelumnya capres Partai Golkar 2004 dan mantan Panglima ABRI, sedangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan mantan Dewan Penasihat Golkar dan mantan Danjen Kopassus. Keduanya kemudian mengundurkan diri dan membentuk kendaraan politiknya masing-masing. Meski telah berpisah pun, kemungkinan untuk bergandengan terbuka lebar.

Wiranto dalam keterangan pers kemarin, Selasa (11/11), tak menyangkal kabar bahwa Partai Hanura siap berdampingan dengan Partai Gerindra dalam Pemilu 2009. "Anda tunggu saja waktunya," ujar Wiranto berupaya membuat publik penasaran. Menurut Wiranto, Hanura tak akan menolak berkoalisi dengan partai manapun yang memiliki platform perjuangan dan semangat pengabdian yang sama untuk melahirkan pemerintahan yang kuat.

Lantas, kemungkinan dengan Gerindra? "Ya, enggak masalah juga," tandas Wiranto. Setidaknya, kesamaan status keduanya pada masa lampau bisa menjadi bekal untuk berkoalisi. Asal saja, kesamaan bahwa keduanya sama-sama menjadi nama-nama yang siap dipanggil Pansus Penghilangan Orang Secara Paksa DPR tidak dijadikan bekal pula...

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau