JAKARTA,RABU--Ratusan korban lumpur panas Sidoarjo, Jatim, Rabu (12/11) berorasi dan melakukan aksi mengemis di depan Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra).
Mereka menuntut agar Menko Kesra Aburizal Bakrie, pemilik PT Lapindo Brantas Inc, mendengar keluhan mereka. Tuntutan warga adalah pelunasan ganti rugi warga sebesar 80 persen yang hingga batas akhir pembayaran, Mei, terlewati.
"Kami tidak mengemis, kami menagih janji," kata wakil warga Hari. Sementara itu, sekitar 40 warga korban lainnya, yang melumuri tubuhnya dengan cat khusus putih, berbaris mengelilingi Istana Negara. Para "manusia lumpur" itu bermaksud menarik perhatian warga dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mereka nilai tidak tegas. Unjuk rasa yang masih berlangsung tak mengganggu arus lalu lintas di Jalan Merdeka Barat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang