JAYAPURA, RABU - Penduduk Provinsi Papua dan Papua Barat yang terinfeksi virus HIV/AIDS saat ini diperkirakan mencapai 5.000 orang dan kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan.
"Padahal virus penyakit mematikan itu pertama kali ditemukan tahun 1992 di Kabupaten Merauke,Provinsi Papua, pada enam orang penderita saja," kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Papua, drh Costan Karma, dalam jumpa persnya di Jayapura, Senin.
Ia mengatakan, dalam kurun waktu 16 tahun, penyakit HIV/AIDS itu berkembang cepat dan telah menginfeksi kurang lebih 5.000 orang.
Dia mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS itu, tetapi penyakit tersebut cenderung lebih cepat berkembang dibandingkan upaya penanggulangannya.
Karma mengatakan, berbagai upaya untuk menanggulangi HIV/AIDS itu sudah dilakukan pihaknya, pemerintah daerah dan lembaga-lembaga dunia lainnya di Provinsi Papua dan Papua Barat, seperti penyuluhan dan kampanye, namun belum membuahkan hasil yang menggembirakan.
Menurutnya, untuk menekan tingginya kasus HIV/AIDS di kedua provinsi ini hanya ada satu cara, yaitu tidak boleh melakukan hubungan seks bebas di luar pernikahan.
"Kesadaran ini yang perlu ditanamkan kepada semua orang guna menekan laju penyebaran virus HIV/AIDS yang kondisinya sudah pada tingkat membahayakan ini," katanya.
Dalam rangka mencari pola baru guna menekan penularan penyakit mematikan itu, tambah mantan Wagub Papua itu, pihaknya pada 19- 21 November 2008 akan menggelar pertemuan pemangku kepentingan untuk percepatan pencegahan HIV/AIDS di Papua dan Papua Barat.
Pertemuan tersebut akan dilakukan di Jayapura dan diharapkan diikuti para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, LSM, termasuk para bupati di kedua provinsi itu.