BANTUL, RABU - Petroganik, pabrik pupuk organik kerjasama Pemerintah Kabupaten Bantul dengan PT Petrokimia Gresik siap beroperasi bulan Desember mendatang. Pengoperasian pabrik tersebut diharapkan mampu menekan penggunaan urea, yang selama ini cenderung melebihi dosis.
Saat ini sedang dalam tahap pemasangan mesin-mesin. Semua investasi senilai Rp 2,3 miliar ditanggung oleh Pemkab Bantul. Pihak Petrokimia akan membeli hasil produk yang kami beri nama Petroganik, kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Edy Suharyanto, Rabu (12/11).
Pabrik tersebut berlokasi di Desa Gadingharjo, Sanden Bantul. Kap asitasnya 50 ton/bulan, yang akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan lokal Bantul. Dengan memproduksi pupuk organik yang wujudnya mirip dengan pupuk kimia, diharapkan penggunaan urea bisa berkurang.
Bila petani menggunakan pupuk organik struktur ta nah bisa membaik secara perlahan. Selama ini struktur tanah mulai rusak karena petani menggunakan urea secara berlebihan. Mereka hanya mengejar target produksi, padahal urea yang berlebihan membuat tanah liat mengeras sehingga tingkat kesuburannya berkurang, katanya.
Pupuk organik akan membuat tanah liat kembali melunak, sehingga tingkat kesuburannya meningkat. Petani pun tak perlu memberikan urea secara berlebihan, sehingga kelangkaan urea bisa teratasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang