IKAPI Bentuk Yayasan Cipta Buku Indonesia

Kompas.com - 13/11/2008, 11:08 WIB

JAKARTA, KAMIS--Sebagai upaya mengendalikan maraknya pelanggaran hak kekayaan intelektual, Ikatan Penerbit Indonesia, bersama insan pelaku HKI, mendeklarasikan pembentukan Yayasan Cipta Buku Indonesia, Kamis (13/11) di Hotel Atlet Century Park, Jakarta.

Penandatanganan deklarasi tersebut dilakukan oleh Ketua Umum IKAPI Setia Dharma Madjid, Direktur Hak Cipta, Desain Industri, dan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Arry Ardanta Sigit, Sekretaris Direktorat Jenderal HKI Sumardi Partoredjo, akademisi Universitas Indonesia Parulian Aritonang, penulis Murti Bunanta, anggota Himpunan Penerjemah Indonesia Hendarto Setiadi, dan anggota Himpunan Perpustakaan Indonesia Adwityani Subagio.

"Organisasi pelindung dan pengelolaan hak cipta ini diharapkan mampu memberikan bantuan hukum dan sosial bagi penerbit dan pengarang terkait masalah hak kekayaaan intelektual, serta dapat membantu pemerintah mensosialisasikannya," ujar Setia Dharma.

Setia Dharma mengakui, pelanggaran terhadap hak cipta yang kerap terjadi di Indonesia ini dapat membuat penulis enggan dalam berkreasi sehingga dapat membahayakan industri penerbitan. Hal yang sama diungkapkan oleh Sumardi. Menurutnya, masyarakat belum menghargai HKI.

Khusus masalah penggandaan buku ilmiah, kata Sumardi, hal ini disebabkan masih mahalnya harga buku tersebut. Padahal, buku tersebut sangat dibutuhkan oleh mahasiswa untuk menunjang proses belajar di universitas.Sementara itu, anggota World Intellectual Property Organisation Candra Darusman mengatakan, HKI merupakan salah satu insentif bagi pengarang dan penerbit untuk terus mencipta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau