Cerukan yang Mempercantik Ruangan

Kompas.com - 13/11/2008, 13:34 WIB

RUANGAN berdinding  polos dan kosong tentu terasa "datar" dan membosankan. Untuk menghilangkan kesan demikian, kita perlu mendandani dinding ruangan tersebut.

Banyak cara yang bisa kita pilih. Menggantung lukisan, menempatkan deretan bingkai foto, dan sebagainya. Satu cara lain yang juga sering diterapkan orang adalah membuat cerukan dinding. Di dalamnya, bisa dipajang aksesori pemanis ruang.

Membuat cerukan di dinding lebih merepotkan, dibanding sekadar menggantung bingkai foto atau lukisan. Namun, hasilnya tidak akan mengecewakan. Selain membuat tampilan dinding lebih menarik, cerukan sekaligus menjadi alternatif pajangan untuk berbagai aksesori unik koleksi Anda.

Cerukan juga bisa dimanfaatkan sebagai focal point pada ruangan. Setelah cerukan jadi, letakkan sebuah aksesori atau artwork di dalamnya. Agar lebih menarik, Anda bisa menambahkan pencahayaan khusus untuk menerangi artwork tersebut. Dengan demikian, tidak hanya artwork-nya yang tampil memikat, cerukan pun dapat tampil lebih kuat, sehingga dinding terasa tak polos lagi.

Bagaimana membuatnya?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengukur dinding ruangan, dan mengukur berapa proporsi ukuran cerukan yang tepat. Tak ada patokan pasti untuk itu. Yang penting perhatikan proporsinya, jaga agar cerukan tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Selain itu juga perhatikan ukuran artwork yang akan ditempatkan.

Misalnya, ketika ingin memajang patung berukuran tinggi 50cm lebar 30cm, maka buat cerukan dengan ukuran 20cm lebih besar dari patung itu. Tempatkan patung tepat di tengah-tengah cerukan.

Di mana posisi cerukan? Ukuran patung yang seperti itu dapat  ditempatkan pada bagian tengah dinding.  Yang jelas, buat cerukan berikut isinya dapat terlihat dari seluruh pojok ruangan.

Lalu haruskah melubangi dinding? Tidak harus. Karena cerukan ini dapat dibuat walau dinding sudah berdiri. Caranya, buat panel dinding dengan ketebalan yang diharapkan menggunakan gipsum, multipleks, atau papan semen.  Konsep dinding panel ini jelas akan mengurangi luas ruang karena ketebalan dinding panel itu antara 20-30cm. Jelas ini otomatis akan mengurangi ukuran ruang secara keseluruhan. Namun, keuntungannya, jika suatu saat bosan dengan cerukan tersebut, cukup bongkar dinding panel itu, dan olah dinding dengan cara lain.

Penulis: Anissa
Foto: Surai
Lokasi: Show unit Kebagusan City, Kebagusan, Jakarta Barat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau