SEMARANG, KAMIS — Pemusnahan unggas sebagai antisipasi penyebaran flu burung mulai dilakukan di Kampung Medoho, Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Kamis (13/11). Namun, pemusnahan unggas ini tidak berjalan maksimal karena beberapa kandang burung ataupun ayam sudah kosong.
Pemusnahan unggas ini berkaitan dengan ditetapkannya status kejadian luar biasa flu burung di Kota Semarang. Pasien terduga flu burung, Dewi Sartika (15), warga Kampung Medoho, yang meninggal Jumat di Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang dinyatakan positif flu burung.
Dari sekitar 30 kandang yang dibakar, lebih kurang hanya 10 kandang yang masih ada burungnya. Bahkan, dua burung hilang sesaat sebelum dibakar di sebuah lapangan.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Siwalan Agus Supriyoto mengaku kecewa dengan prosedur pemusnahan itu. "Seharusnya semua burung dan ayam di kumpulkan menjadi satu, didata dulu, dan baru bisa dibakar," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang