YOGYAKARTA, KAMIS - Penyebaran human immunodeficiency virus/acqu ired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) di DI Yogyakarta harus diwaspadai. Total penderita HIV/AIDS di DIY sudah mencapai sekitar 600 orang. Estimasi HIV positif sebanyak 3.320 jiwa. Adapun total populasi berisiko mencapai 61.350 jiwa.
Angka itu bukan untuk menakut-nakuti. Di atas kertas memang tinggi karena kita b erpikir ada penderita yang belum ketemu, ungkap Yanri Wijayanti Subronto anggota Tim medis HIV/AIDS RSUP Dr Sardjito Yogyakarta yang juga anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DIY, Kamis (13/11) di Yogyakarta.
Yanri mengatakan, sejak Januari hingga September di RSUP Dr Sardjito tercatat ada sedikitnya 60 pasien b aru pengidap HIV/AIDS. setiap bulan ada 100 orang melakukan terapi obat ARV (antiretroviral). Jumlah penderita tertinggi di DIY, ungkap Yanri didominasi usia produktif 20-29 tahun, di susul 30-39 tahun. Data menunjukkan jumlah pengidap HIV/AIDS terus meningkat, katanya.
Menurut Yanri, pemahaman atas HIV/AIDS dinilai pe rlu diluruskan. Selama ini ada anggapan penderita HIV/AIDS tidak bisa diobati, padahal bisa diobati meski tidak bisa disembuhkan. Yanri mengatakan, HIV adalah penyakit kronis bukan penyakit fatal. Dia seperti diabetes. Penderita HIV/AIDS harus minum obat ARV (antiretroviral) seumur hidupnya. Obat ini kerjanya menekan jumlah virus, katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang