Rupiah Pun Ikut Melemah di Hadapan Riyal

Kompas.com - 14/11/2008, 00:09 WIB

JAKARTA, KAMIS — Krisis keuangan yang melanda dunia, tampaknya juga mengimbas di tanah suci. Salah satunya adalah pelemahan mata uang Rupiah Indonesia di hadapan Riyal Saudi. Menjelang puncak musim haji, nilai tukar mata uang Riyal di kota Madinah terus meningkat tajam hingga mencapai Rp 3.300 per Riyal.

Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Kamis (13/11) malam melaporkan, sebelum kedatang jamaah calon haji dari berbagai negara termasuk Indonesia, harga 1 Riyal baru Rp 2.600.

Jamaah haji dari Indonesia, tampak banyak yang menukarkan Rupiah di tempat penukaran uang. Salah satunya yang terdekat, berada di sebelah selatan Masjid Nabawi.

Anis Alkahfi, pengelola tempat penukaran uang Al Lahibi mengaku omset penjualan Riyal setiap harinya mencapai 2 milyar Rupiah. Nilai sebesar itu diperoleh dari lebih 1000 orang yang menukarkan mata uang ke dalam bentuk Riyal.

Di perkirakan nilai tukar riyal akan terus meningkat hingga Rp 3.700 pada puncak musim haji nanti. "Kenaikan harga Riyal juga disebabkan meningkatnya jumlah permintaan dari jemaah haji, sementara persediaan terbatas," kata Anis.

Abdul Hadi, salah seorang calon haji asal Indonesia dari Palembang Sumatera Selatan mengeluhkan harga Riyal yang semakin tinggi. Menurutnya, harga Rp 3.300 per riyal sangat memberatkan bagi jamaah, terlebih bagi mereka yang persediaan uangnya terbatas.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau