JAKARTA, KAMIS — Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Riyal, mendorong sebagian jamah haji Indonesia untuk menunda penukaran uangnya dengan Riyal. Apalagi, sebetulnya Rupiah dibanyak tempat di tanah suci, juga bisa langsung dipergunakan untuk bertransaksi.
Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Kamis (13/11) malam memperlihatkan keraguan jamaah haji Indonesia untuk menukarkan Rupiahnya. Sebagian mengaku masih menungguh nilai tukar yang lebih stabil, sebagian lagi mengaku memang belum ada kebutuhan mendesak.
Artati, calon asal DKI Jakarta mengaku terkejut ketika akan menukarkan uangnya ke dalam bentuk Riyal. Sebelumnya, uang Rp 2 juta yang di tukarkan ke iyal bisa mencapai 770 riyal, namun sekarang hanya sekitar 660 riyal saja.
Kondisi ini membuat para jamaah banyak yang mengurung kan niatnya untuk menukarkan uangnya kedalam bentuk Riyal. Mereka beralasan, jika musim haji selesai dan R iyal di bawah ke tanah air, maka harganya akan jatuh berkisar antara 2.600 hingga 2.700 Rupiah saja.
Para jamaah juga mengaku, terpaksa menunda membeli oleh-oleh kurma khas Madinah. Padahal petang tadi sebagian jamaah haji Indonesia sudah ada yang menginggalkan Madinah menuju Mekkah.
Sebaliknya, kenaikan harga Riyal membuat sebagian mukimin menukarkan uang riyal mereka ke dalam bentuk Rupiah. Sejumlah tempat penukaran uang di kota Madinah, berani membeli Riyal mukimin dengan harga Rp 3.000,-
Salah seorang mukimim asal Indonesia, sebagai pekerja di Saudi yang sudah bekerja selama 10 tahun tersebut mengaku menukarkan Riyalnya ke dalam bentuk rupiah untuk di titipkan kepada keluarga di tanah air melalui jamaah yang berhaji tahun ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang