Lamongan Siapkan Abate dan Fogging Gratis

Kompas.com - 14/11/2008, 14:43 WIB

LAMONGAN, JUMAT - Dinas Kesehatan Lamongan telah menyiapkan 50 kilogram bubuk abate untuk mengantisipasi menyebarnya nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) memasuki musim penghujan ini.

Bubuk abate pembasmi jentik nyamuk itu dibagikan secara gratis pada masyarakat. Selain itu disiapkan fogging atau pengasapan untuk 50 fokus area. Satu fokus area setara dengan 200 rumah, sehingga total 10.000 rumah bisa terlayani fogging.

Kepala Subdinas Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Abdur Rivai, Jumat (14/11) mengatakan pembagian abate difokuskan terutama pada daerah dengan kasus DBD termasuk Kecamatan Lamongan dan Sekaran.

"Dengan dosis pemakaian 5 miligram, bisa digunakan untuk satu rumah, bubuk abate cukup untuk masyarakat Lamongan," kata Rivai.

Pengasapan atau fogging disiapkan tiap satu fokus area mencakup 200 rumah, sehingga 10.000 rumah bisa terlayani fogging gratis tersebut.

"Jika jumlah fogging gratis ini nantinya dirasa kurang, Dinas Kesehatan masih memiliki obat fogging dari Pemprov Jatim . Namun untuk tenaga dan solar swadaya dari masyarakat," katanya.

Selain menyiapkan abate dan fogging gratis, seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Lamongan diintruksikan untuk melaksanakan penyuluhan mengantisipasi DBD.  Penyuluhan tersebut difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk agar tidak terjadi pembiakan melalui 3M plus.

Tiga M plus maksudnya menguras, menutup dan mengubur barang bekas plus penggunaan kelambu tempat tidur, pemeliharaan ikan di kolam dan penggunaan obat nyamuk.

Menurut Rivai, masyarakat harus bersikap wapada jika anaknya terserang demam tinggi selama dua hari berturut-turut. Jika sudah mengalami gejala ini, sebaiknya anak segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa apakah itu hanya demam biasa atau DBD.

"Biasanya baru pada hari ketiga tanda-tanda DBD bisa diketahui. Jika pasien sudah gawat tentu harus dirawat inap. Namun jika tidak gawat, pasien boleh menjalani rawat jalan dengan konsukuensi, pasien kontrol kesehatan," tuturnya.

Pemeriksaan gratis
Sementara itu dalam rangka menyambut Hari Diabetes Dunia 14 November dan Hari Kesehatan Nasional 12 November, pada Jumat (14/11) dilaksanakan pemeriksaan gula darah gratis di alun-alun Lamongan yang digelar panitia Global Diabetes Walk. Pemeriksaan gula darah gratis diikuti 300 orang dari 600 yang ditargetkan.

Panitia Global Diabetes Walk dari Rumah Sakit Muhammadiyah, Rumah Sakit Islam Nasrul Ummah dan Klinik Majapahit Lamongan, juga menyiapkan susu gratis bagi yang kadar gulanya tinggi. Salah seorang panitia, Kasdi mengatakan dari 50 orang yang diperiksa, lima diantaranya gula darahnya tinggi di atas 140.

Bupati Lamongan, Masfuk menyatakan prihatin dengan perkembangan penyakit diabetes dewasa ini. Saat ini diabetes tidak hanya menyerang orang yang kaya, namun orang yang tidak mampu juga bisa terkena diabetes.

"Ini harus menjadi renungan, berarti ada yang s alah dengan pola makan dan pola hidup kita," kata Masfuk.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau