JAKARTA, JUMAT - Alat Keruk kali yang didatangkan dari Belanda sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan bakal dioperasikan pekan depan. Alat keruk itu cocok untuk mengatasi pendangkalan anak sungai atau saluran air yang sempit di Jakarta.
Peter Vroege, Ketua Tim Proyek Percontohan Pengerukan dari Bantuan Belanda untuk Manajemen Banjir Jakarta, Jumat (14/11) mengatakan, proyek pengerukan akan dilakukan di Kali Mati dan Saluran Pademangan, begitu masalah administrasi di bea cukai untuk izin impor kedua alat itu diselesaikan. Pengerukan itu akan berlangsung sampai akhir Februari 2009.
Setelah selesai mengeruk, kedua alat keruk senilai 700.000 euro itu akan dihibahkan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda ke Pemprov DKI Jakarta. Pihak Belanda juga akan memberikan pelatihan teknis kepada teknisi dari Dinas Pekerjaan Umum DKI agar dapat mengoperasikan alat-alat itu di kemudian hari.
Alat keruk yang disebut sebagai buldoser apung itu mampu mengeruk sekitar 250 meter kubik sampah dan lumpur setiap hari. Cara kerjanya mirip buldozer yang meminggirkan lumpur atau tanah yang mengendap ke pinggiran sungai. Setelah itu ada eskavator yang mengambil endapan itu dan memindahkannya ke truk pengangkut tanah.
Peter mengatakan, kedua alat keruk itu berukuran sedang dan kecil. Alat yang sedang memiliki lebar tiga meter dan panjang tujuh meter. Sedangkan alat yang kecil memiliki lebar 1,5 meter dan panjang tiga meter.
Sebelumnya, Pemerintah Belanda menjanjikan alat keruk baru kepada Pemprov DKI. Namun karena alat yang baru sedang dibuat, Belanda mengirimkan alat bekas terlebih dulu. Alat keruk baru akan dikirimkan pada awal Januari 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang