Alat Keruk dari Belanda Beroperasi Pekan Depan

Kompas.com - 14/11/2008, 21:23 WIB

JAKARTA, JUMAT - Alat Keruk kali yang didatangkan dari Belanda sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan bakal dioperasikan pekan depan. Alat keruk itu cocok untuk mengatasi pendangkalan anak sungai atau saluran air yang sempit di Jakarta. 

 

Peter Vroege, Ketua Tim Proyek Percontohan Pengerukan dari Bantuan Belanda untuk Manajemen Banjir Jakarta, Jumat (14/11) mengatakan, proyek pengerukan akan dilakukan di Kali Mati dan Saluran Pademangan, begitu masalah administrasi di bea cukai untuk izin impor kedua alat itu diselesaikan. Pengerukan itu akan berlangsung sampai akhir Februari 2009.

 

Setelah selesai mengeruk, kedua alat keruk senilai 700.000 euro itu akan dihibahkan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda ke Pemprov DKI Jakarta. Pihak Belanda juga akan memberikan pelatihan teknis kepada teknisi dari Dinas Pekerjaan Umum DKI agar dapat mengoperasikan alat-alat itu di kemudian hari.

 

Alat keruk yang disebut sebagai buldoser apung itu mampu mengeruk sekitar 250 meter kubik sampah dan lumpur setiap hari. Cara kerjanya mirip buldozer yang meminggirkan lumpur atau tanah yang mengendap ke pinggiran sungai. Setelah itu ada eskavator yang mengambil endapan itu dan memindahkannya ke truk pengangkut tanah.

 

Peter mengatakan, kedua alat keruk itu berukuran sedang dan kecil. Alat yang sedang memiliki lebar tiga meter dan panjang tujuh meter. Sedangkan alat yang kecil memiliki lebar 1,5 meter dan panjang tiga meter.

 

Sebelumnya, Pemerintah Belanda menjanjikan alat keruk baru kepada Pemprov DKI. Namun karena alat yang baru sedang dibuat, Belanda mengirimkan alat bekas terlebih dulu. Alat keruk baru akan dikirimkan pada awal Januari 2009.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau