Skenario Hadapi Tsunami di Samudra Hindia

Kompas.com - 15/11/2008, 05:30 WIB

NUSA DUA, SABTU - Negara-negara yang berada di kawasan Samudra Hindia sepakat melaksanakan tsunami drill atau pelatihan evakuasi menghadapi tsunami di wilayah masing-masing dalam satu skenario.

Skenario yang disepakati adalah simulasi menghadapi tsunami Aceh yang terjadi 26 Desember 2004. Untuk itu, Indonesia diminta untuk memimpin tsunami drill tersebut dan membuat pedoman pelaksanaannya. Adapun waktu pelaksanaannya disepakati 26 Desember 2009, sekaligus berkaitan dengan peringatan 5 tahun tsunami Aceh. Pelaksanaan tsunami drill ini disebut Indian Wave 2009.

Hal ini disampaikan Sekretaris Ketua Pelaksana International Conference Tsunami Warning (ICTW), Pariatmono, seusai penutupan konferensi pertama tersebut, Jumat (14/11). Dalam konferensi itu diadakan Asian Conference on Disaster Reduction, Inter-session Meeting of Intergovernmental Coordination Group on Indian Ocean Tsunami Warning Systems (ICG/IOTWS), dan Innovation for Disaster Risk Reduction Expo.

Dijelaskan Pariatmono yang juga sebagai Asisten Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek Kementerian Negara Riset dan Teknologi, skenario yang dirancang untuk Indian Wave 2009 akan mengacu pada kejadian tsunami Aceh, termasuk pada penyebaran dan waktu sampainya gelombang pasang ini di tiap negara di sekitar Samudra Hindia.

Dalam kepanitiaan pelaksanaan Indian Wave 2009, terpilih tiga panitia inti, selain Indonesia juga Australia dan Kenya.

Ditambahkan Ardianto Handoyo, Ketua Panitia Pelaksana ICTW, selain pengembangan sistem peringatan dini tsunami, upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat perlu untuk mereduksi jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau