JAKARTA, SABTU - Sejak 2-12 November 2008, kepolisian telah menangkap 5.012 preman di lima wilayah kepolisian daerah di Indonesia. Premanisme yang mereka lakukan dikategorikan dalam bentuk mencopet atau menjambret, memeras, berjudi, menebar paku di jalan, dan pencurian dengan kekerasan.
Hal itu disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira, Jumat (14/11). ”Operasi ini akan terus dilakukan karena masyarakat sendiri yang akan merasakan manfaatnya,” kata Abubakar.
Dari jumlah preman yang ditangkap, yang terbanyak ditangkap di wilayah Polda Metropolitan Jaya, yaitu 3.756 orang.
Sementara itu, dari total jumlah preman yang ditangkap di lima polda, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, hanya 1.848 orang yang diproses hukum. Adapun sisanya menjalani pembinaan.
Sebelumnya, operasi pemberantasan kejahatan jalanan dengan menangkapi preman tersebut dikritik berbagai kalangan sebagai tindakan yang hanya mengatasi gejala tanpa menuntaskan akar masalah. Meski demikian, polisi mengaku sejak operasi ini disosialisasikan, banyak warga yang menghubungi polisi agar wilayah cakupan operasi diperluas. Polisi akhirnya memenuhi permintaan itu.
”Laskar Pelangi”
Di tempat terpisah, Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Muhammad Roem mengatakan, sebagai bagian dari operasi premanisme, pihaknya akan menyajikan hiburan untuk anak-anak jalanan dan anak-anak kurang mampu.
Hiburan tersebut berupa pemutaran film Laskar Pelangi. Acara akan diadakan di bioskop Sunter Mal, Minggu (15/11) pukul 09.00. Sajian film ini diharapkan ditonton 100 anak jalanan.
”Film itu antara lain membawa pesan agar anak-anak mengutamakan pendidikan dalam hidupnya,” ucap Roem. Selain karena kemiskinan, lanjutnya, kejahatan jalanan berkembang karena rendahnya pendidikan para pelaku.
Pendidikan bukan hanya berarti pengembangan keterampilan dan kecerdasan seseorang, tetapi juga berhubungan dengan proses pendewasaan diri seseorang. Mereka yang tumbuh dewasa secara sehat akan memiliki hati nurani dan pertimbangan yang kuat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang