Tiket KA Eksekutif 5 Desember Ludes

Kompas.com - 15/11/2008, 07:04 WIB

JAKARTA, SABTU - Tiket kereta api (KA) kelas eksekutif untuk keberangkatan 5 Desember 2008 (Jumat) sore dan malam - berkenaan dengan libur Idul Adha yang jatuh pada 8 Desember - dari Jakarta ke sejumlah kota tujuan sudah ludes terjual. KA tersebut tujuan Semarang (Argo Muria, Argo Sindoro), Yogyakarta (Taksaka), Solo (Argo Lawu), dan Surabaya (Argo Anggrek, Bima).

Pantauan Warta Kota di Stasiun KA Gambir, Kamis (13/11), hanya tiket KA  untuk keberangkatan Jumat pagi dan Sabtu (6/12) yang masih tersedia.

Menurut petugas loket penjualan tiket di Stasiun KA Gambir, tiket untuk keberangkatan 5 Desember sudah terjual sejak akhir pekan lalu. Tiket dapat dipesan sebulan sebelum keberangkatan.

”Para pengguna KA dari Jakarta sudah mengantisipasi jauh-jauh jika ada libur panjang dan mereka ada yang membeli tiket secara online. Apalagi kalau cuti bersama atau ada hari kejepit, misalnya hari Senin libur, tiket untuk keberangkatan Jumat sore sudah terjual sebulan sebelum tanggal pemberangkatan,” ujar petugas tersebut.

Data yang diperoleh Warta Kota, tiket yang tersedia untuk keberangkatan Jumat (5/12) pagi  adalah KA Argo Dwipangga tujuan Solo (142 kursi) dan KA Taksaka I tujuan Yogyakarta (106 kursi). Para calon penumpang banyak yang kecewa dan berharap PT KA (Persero) menambah gerbong untuk keberangkatan 5 Desember mendatang.

Masih sepi

Sementara itu, minat masyarakat untuk berlibur ke luar negeri menjelang Natal dan Tahun Baru cenderung menurun, menyusul melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Jika biasanya pesanan tiket untuk berlibur ke luar negeri sudah mulai ramai, untuk tahun ini relatif sepi. Bahkan tidak sedikit pemesan tiket pesawat yang membatalkannya. Imbasnya, liburan ke Yogyakarta dan Bali menjadi pilihan alternatif.

”Sepinya permintaan tiket pesawat untuk berlibur ke luar negeri, bukan karena harganya mahal, tapi akibat nilai tukar rupiah terhadap dolar yang cenderung melemah, sehingga mereka harus menghitung ulang untuk pergi ke luar negeri. Harga tiket pesawat tidak naik, tapi kalau high season operator penerbangan menerapkan tarif atas,” kata Wiwit, petugas tiketing biro travel Pasopati, kemarin.

Wiwit mengatakan, pesanan tiket untuk berlibur ke luar negeri pada Natal dan Tahun Baru diperkirakan turun 50 persen dibanding  tahun lalu. ”Tahun lalu, sejak bulan November permintaan tiket berlibur ke luar negeri sudah ramai, tapi sekarang masih sepi,” katanya.

Menurunnya warga yang berlibur akhir tahun ke luar negeri juga berimbas pada liburan Idul Adha 8 Desember mendatang. ”Wah sepi, sama seperti weekend biasa. Padahal, pada 6-8 Desember merupakan libur panjang Idul Adha. Mungkin masyarakat sedang menghemat atau sedang menyiapkan perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Wiwit.

Hal sama dikemukakan Leny dari tiketing Panin Tour. Menurutnya, libur Idul Adha  tidak mendongkrak penjualan tiket, karena sebagian masayarakat lebih fokus untuk liburan Natal dan Tahun Baru.  ”Bisa jadi pesanan tiket akan meningkat secara mendadak. Maklum masyarakat Indonesia kan senangnya order pada last minutes. Makanya sekarang ini masih belum ada peningkatan pesan tiket. Tapi, kalau tahun lalu memasuki bulan November sudah ramai pesanan tiket,” kata Leny.

Menurut Leny, pesanan tiket untuk liburan Natal dan Tahun Baru tujuan domestik, terutama ke Bali dan Yogyakarta meningkat. ”Sekarang mencari kamar hotel di Bali susah, karena sudah full booked. Banyak  masyarakat yang mengalihkan liburan dari luar negeri ke Bali,” ujar Leny sambil menambahkan untuk paket ke Bali empat hari tiga malam dikenai biaya Rp 5 juta/orang.

__________________________________

Harga Tiket Eksekutif (5-6/12)

• KA Argo Lawu Rp 300.000
• KA Argo Dwipangga pagi Rp 230.000
• KA Argo Anggrek Rp 350.000
• KA Argo Sindoro Rp 280.000
• KA Bima Rp 300.000

Harga Tiket Pesawat Natal dan Tahun Baru

• Jakarta-Singapura 282 dolar AS
• Jakarta-Hongkong 735 dolar AS
• Jakarta- Bali Rp 1,3 juta
• Jakarta-Yogyakarta Rp 1,2 juta

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau