JAKARTA, SABTU - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan tak ada persoalan dengan penggunaan gambar Bung Karno oleh pihak manapun. Selama ini, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu identik dengan sang proklamator.
Namun, Ketua DPP PDIP Firman Jaya Daeli mengatakan, ada hal yang mengundang tanya ketika PKS menggunakan tokoh Soekarno dalam iklan politiknya. Ia mempertanyakan, mengapa PKS menggunakan Bung Karno yang notabene secara akar kultural dan akar sosial berbeda.
"Persoalannya, tidak ada benang merah, tidak ada angin tidak ada hujan, tidak ada akar sosial dan akar kultural kok PKS memakai tokoh-tokoh itu. Apa PKS akan konsisten membela Bung Karno?," kata Firman dalam diskusi "Parpol Krisis Tokoh" di Jakarta, Sabtu (15/11).
Ia melanjutkan kritiknya, PKS tak konsisten dengan tema besarnya yaitu melanjutkan agenda reformasi. Namun, justru sikap PKS tak terlihat tegas terhadap segala kesalahan Orde Baru. Padahal, PKS turut memunculkan penguasa Orde Baru Soeharto dan menyebutnya sebagai guru bangsa.
Sementara, Sekjen PKS Anis Matta melihat, tak ada seorangpun yang berhak mengklaim memiliki seorang tokoh bangsa.
"Kalau ada yang mengatakan punya ikatan akar sosial politik dengan seorang tokoh, itu klaim. Tidak satupun yang berhak mengatakan bahwa PDIP adalah pewaris sah Bung Karno. Saya tidak yakin PDIP akan memperjuangkan apa yang diperjuangkan oleh Bung Karno. Kita tidak harus menjadi anak biologis dan ideologis untuk mewarisi para tokoh itu," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang