Kalahkan Djarum, Tangkas Sabet Gelar Kejurnas

Kompas.com - 15/11/2008, 23:19 WIB

JAKARTA, SABTU - PB Tangkas Alfamart menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antarklub yang digelar di Stadion Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta. Pada babak final yang berlangsung Sabtu (15/11), Tangkas kalahkan PB Djarum Kudus dengan skor ketat, 3-2.

Ini merupakan gelar pertama Tangkas sejak menjuarai Kejurnas di Bandung pada tahun 2002. Dua tahun silam, Tangkas juga melaju ke final, tetapi mereka ditaklukkan oleh PB Jaya Raya yang kali ini disingkirkan Djarum di semifinal yang juara pada tahun 1998.

Angka pertama Tangkas diraih oleh ganda campuran nomor satu dunia, Nova Widianto/Liliyana Natsir, yang menaklukkan Mohammad Rijal/Yulianti. Nova/Liliyana menang dua game langsung 21-10 21-14.

Pada partai kedua, Djarum bisa menyamakan kedudukan lewat nomor tunggal putri. Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing, Maria Kristin, menyumbang angka untuk Djarum saat dia Yuan Kartika 21-14 21-11.

Partai ketiga yang merupakan tunggal putra, menyajikan pertarungan yang ketat. Alamsyah (Tangkas) dan Andre Kurniawan (Djarum) menampilkan permainan terbaik mereka sehingga mereka harus memainkan set ketiga.

Andre yang kehilangan game pertama, bangkit untuk menghadapi perlawanan
Alamsyah yang bermain penuh semangat. Dan, dia mampu memenangi pertandingan dengan skor ketat 18-21 22-20 21-19, sekaligus membawa Djarum memimpin 2-1.

Pasangan peringkat delapan dunia, Vita Marissa/Liliyana Natsir, mempertahankan peluang Tangkas karena mereka bisa menyamakan skor menjadi 2-2. juara Indonesia Terbuka itu kalahkan Shendy Puspa/Meiliana Jauhari dengan 21-16 21-12.

Karena itu, ganda putra menjadi partai penentu jawara Kejurnas ini. Pasangan milik Tangkas, Nova Widianto/Devin Lahardi, berhasi mengatasi perlawanan ranking 15 dunia, Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama, dengan 21-14 14-21 21-19.

Atas kemenangan tersebut Tangkas mendapat medali emas dan uang pembinaan sebesar Rp 60 juta yang diserahkan oleh Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso. Sementara itu Djarum sebagai runner-up mendapat Rp 40 juta. Dua semifinalis yang kalah, Jaya Raya dan Mutiara Bandung, masing-masing mendapat Rp 25 juta.    

Kejurnas Taruna

Pada kejurnas taruna perorangan, Jawa Tengah (Jateng) membawa pulang dua gelar melalui tunggal putri Ana Rovita dan ganda putra Didit Juang Indrianto/Seiko Wahyu Kusdianto.

Ana Rovita mengalahkan unggulan pertama asal Jawa Barat (Jabar), Mazziyah Nadhir, 12-21 21-11 21-16. Sedangkan pasangan Didit/Seiko yang menjadi unggulan kedua meraih kemenangan atas Ricky Ks/Sandi DK dari Jabar 20-22 21-16 21-14.

Gelar tunggal putra dimenangi pemain asal Banten, Hermansyah, yang menundukkan pemain Jateng, Willy Muliadi, dengan 17-21 21-19 26-24. Adapun mahkota ganda putri diraih Suci R/Tiara R dari Jabar yang mengungguli pasangan Kepulauan Riau (Kepri), Dian Permatasari/Weni Anggraini, dengan 21-14 14-21 21-19.

Kepri menjadi satu-satunya provinsi di luar Jawa yang berhasil membawa pulang gelar setelah pasangan campuran mereka, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini, yang menjadi unggulan kedua menyisihkan Rian Agung Saputra/Aurien Hudiono dari Jatim, dengan 14-21 21-17 21-19.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau