Langkah Represif terhadap Preman Butuh Tindak Lanjut

Kompas.com - 16/11/2008, 10:40 WIB

MAGELANG, MINGGU — Operasi pemberantasan premanisme yang digelar jajaran kepolisian akhir-akhir ini harus ditindaklanjuti dengan upaya preventif agar aksi serupa tidak marak lagi pada masa mendatang.

Hal tersebut dikemukakan oleh pengamat sosial Universitas Muhammadiyah Magelang, Kanthi Pamungkas Sari, di Magelang, Minggu (16/11). "Ibarat memotong rumput, operasi itu hanya memotong yang tampak di permukaan, belum mencabut akarnya. Operasi ini untuk sementara waktu akan mengakibatkan premanisme berkurang, tetapi tidak tertutup kemungkinan akan kembali lagi bila tidak disertai upaya preventif," kata Kanthi.

Kanthi mengemukakan, sejumlah kemungkinan penyebab maraknya aksi premanisme, terutama di berbagai tempat umum, kini menjadi sasaran utama jajaran kepolisian dalam operasi pemberantasannya. Tingkat pengangguran dan kemiskinan yang relatif tinggi, sedangkan kondisi kemasyarakatan terus berhadapan dengan krisis berkepanjangan.

"Lapangan kerja yang tidak berhasil didapat seseorang, tingkat pendidikan yang rendah, sementara kebutuhan hidup semakin kompleks, orang bisa terjatuh untuk menempuh jalan pintas, melakukan premanisme," kata Kanthi.

Premanisme di dalam masyarakat, ujar Kanthi, memiliki konotasi negatif, antara lain sebagai tindakan intimidasi, ancaman, pemalakan, dan penggunaan kekerasan. Aksi premanisme juga menimbulkan keresahan masyarakat, kerusakan, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Langkah jajaran kepolisian untuk memberantas premanisme patut mendapat sambutan positif dan dukungan dari berbagai kalangan sebagai bagian dari pengendalian kehidupan sosial. Pelaku premanisme harus mendapatkan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Pemerintah memiliki kewajiban memberikan rasa aman kepada warganya, apalagi kebutuhan dasar setiap manusia antara lain terpenuhinya rasa aman dan keselamatan," tutur Kanthi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau