MAGELANG, MINGGU — Operasi pemberantasan premanisme yang digelar jajaran kepolisian akhir-akhir ini harus ditindaklanjuti dengan upaya preventif agar aksi serupa tidak marak lagi pada masa mendatang.
Hal tersebut dikemukakan oleh pengamat sosial Universitas Muhammadiyah Magelang, Kanthi Pamungkas Sari, di Magelang, Minggu (16/11). "Ibarat memotong rumput, operasi itu hanya memotong yang tampak di permukaan, belum mencabut akarnya. Operasi ini untuk sementara waktu akan mengakibatkan premanisme berkurang, tetapi tidak tertutup kemungkinan akan kembali lagi bila tidak disertai upaya preventif," kata Kanthi.
Kanthi mengemukakan, sejumlah kemungkinan penyebab maraknya aksi premanisme, terutama di berbagai tempat umum, kini menjadi sasaran utama jajaran kepolisian dalam operasi pemberantasannya. Tingkat pengangguran dan kemiskinan yang relatif tinggi, sedangkan kondisi kemasyarakatan terus berhadapan dengan krisis berkepanjangan.
"Lapangan kerja yang tidak berhasil didapat seseorang, tingkat pendidikan yang rendah, sementara kebutuhan hidup semakin kompleks, orang bisa terjatuh untuk menempuh jalan pintas, melakukan premanisme," kata Kanthi.
Premanisme di dalam masyarakat, ujar Kanthi, memiliki konotasi negatif, antara lain sebagai tindakan intimidasi, ancaman, pemalakan, dan penggunaan kekerasan. Aksi premanisme juga menimbulkan keresahan masyarakat, kerusakan, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Langkah jajaran kepolisian untuk memberantas premanisme patut mendapat sambutan positif dan dukungan dari berbagai kalangan sebagai bagian dari pengendalian kehidupan sosial. Pelaku premanisme harus mendapatkan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Pemerintah memiliki kewajiban memberikan rasa aman kepada warganya, apalagi kebutuhan dasar setiap manusia antara lain terpenuhinya rasa aman dan keselamatan," tutur Kanthi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang