JAKARTA, MINGGU - Bank Tabungan Negara (BTN) akan memperkuat struktur modal melalui restrukturisasi aset pada tahun 2009 sambil menunggu momentum yang tepat untuk melepas saham di pasar modal (IPO).
"Kami akan melaksanakan restrukturisasi aset melalui PT.Sarana Multigriya Finansial (SMF)," kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro, di Jakarta, Minggu (16/11), terkait dengan rencana IPO.
Menurut dia, sejalan dengan rencana restrukturisasi aset, BTN akan terus menjalankan proses IPO termasuk menyiapkan kelengkapannya, diantaranya perusahaan penjamin emisi nantinya.
Harapannya, kalau iklim di pasar modal sudah pulih kembali, baru kami akan melakukan IPO yang juga ditujukan dalam rangka perkuatan struktur modal, selain restrukturisasi aset, ungkap Iqbal.
Tidak disebutkan berapa jumlah aset yang akan direstrukturisasi akan tetapi diperkirakan besarannya sekitar Rp 500 miliar sesuai dengan rencana pada Semester I tahun 2008 bekerjasama dengan PT SMF.
Aset BTN selama kuartal III-2008 tumbuh 22,7 persen dari Rp 8 triliun pada kuartal III-2007 menjadi Rp 42,8 triliun. Rasio keuangan BTN, seperti CAR (rasio kecukupan modal) mencapai 16,8 persen, NPL sebesar 3,2 persen, return on asset (ROA) sebesar 1,73 persen, return on equity (ROE) 19,4 persen dan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) 5,5 persen.
Kredit BTN selama kuartal III-2008 sudah melampaui target. Pertumbuhan kredit sudah mencapai Rp 12,1 triliun atau di atas target awal sepanjang tahun 2008 sebesar Rp 10,04 triliun.
Melalui restrukturisasi aset, dimungkinkan kredit yang masih berjalan diserap PT.SMF dengan menempatkan modal di BTN, sehingga kemampuan dalam menyalurkan kredit bisa lebih besar lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang