JAKARTA,MINGGU--Kondisi jemaah asal Indonesia korban kecelakaan lift di Pemondokan Haji Indonesia sudah membaik. Dua orang sudah pulang dari rumah sakit dan satu lagi masih dalam perawatan.
Kepala Staf Teknis Urusan Haji Nur Samad Kamha yang berada di tanah suci saat dihubungi Kompas dari Jakarta, Minggu (16/11) petang, mengatakan biaya perawatan semua jemaah yang sakit maupun kecelakaan ditanggung pemerintah.
"Kondisi mereka sudah membaik, terutama yang dua. Namun, untuk melanjutkan ibadah lagi masih butuh waktu. Kasihan juga, " ujarnya.
Peristiwa kecelakaan terjadi di pemondokan haji Indonesia kamar 543 yang diisi kelompok terbang (kloter) 30 Surabaya. Korban ada tiga orang asal Mojokerto, yakni Zulfia Puspita Sari, Zunadi AH, dan Nurmaidah.
Disinggung mengenai penyebab jatuhnya lift, Nur Samad Kamha mengatakan kemungkinan akibat kelebihan muatan. Bisa juga kurang sempurna. "Kalau lift, menurut ahli lift , mestinya kalau overload dia (lift) tidak jalan, " katanya menjawab pertanyaan apakah ada kemungkinan peristiwa ini akibat fasiltas yang kurang sempurna.
Mengenai tindak lanjut dari peristiwa ini, apakah akan ada pemindahan pemondokan, Nur Samad Kahma mengemukakan pihaknya tunduk pada peraturan dari pemerintah setempat. Semua gedung yang disewa pasti sudah memiliki izin. Pascaperistiwa ini, pemerintah Arab Saudi pasti akan memperketat pengawasan terhadap fasilitas jemaah.
"Tentu tim kita yang mencari jemaah haji tidak ada yang ahli untuk lift. Jadi hanya mengandalkan izin operasional gedung itu secara keseluruhan dari pemerintah setempat, " jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang