Namun menurutnya yang paling penting dilakukan adalah saat ini melakukan efisiensi dan menjaga volume pemakaian jangan jor-joran. Sedangkan untuk harga elpiji termasuk kemungkinan melakukan deregulasi, pemerintah sudah menyerahkan sepenuhnya ke Pertamina. "Harga elpiji sudah kita serahkan kepada corporate, sehingga menjadi tanggung jawab Pertamina bukan pemerintah," katanya.
Menurut Paskah, Pertamina harus mengikuti harga gas di pasaran internasional untuk menentukan harga jual elpiji dalam negeri terutama untuk ukuran 12 Kg dan 50 Kg. Hal itu karena Pertamina sudah mempunyai simulasi agar dalam penjualan elpiji tidak merugi. "Saya rasa faktor distribusinya elpiji harus diperbaiki supaya Pertamina tidak merugi," katanya.