Ribuan Buruh Tagih Komitmen Bibit Waluyo

Kompas.com - 17/11/2008, 10:30 WIB

SEMARANG, SENIN — Ribuan buruh di Jawa Tengah yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional mendatangi Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Senin (17/11). Mereka menyampaikan penolakan terhadap pemberlakuan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang mengatur mengenai penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2009.
     
Buruh juga mempertanyakan komitmen Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang berjanji mengabaikan keberadaan SKB empat menteri tersebut dalam menetapkan besaran UMK.
     
Koordinator aksi, Nanang Setyono, mengatakan, kesungguhan komitmen gubernur tersebut akan terlihat saat UMK Jateng ditetapkan pada 20 November 2008. Menurut dia, nasib buruh di provinsi ini sangat tergantung kepada gubernur yang akan menetapkan besaran kebutuhan hidup layak (KHL).
     
Ia mengatakan, KHL merupakan standar yang digunakan undang-undang untuk mengukur besaran upah yang harus diterima buruh setiap bulannya. Ia mencontohkan hasil survei KHL Kota Semarang yang mencapai Rp 931.000 yang muncul berdasarkan survei atas 46 jenis kebutuhan hidup yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional.

"Angka Rp 931.000 inilah yang seharusnya dijadikan acuan untuk menetapkan besaran UMK 2009," katanya. Menurut dia, imbauan pemerintah agar pertumbuhan upah buruh setara dengan pertumbuhan ekonomi nasional merupakan upaya untuk mengabaikan keberadaan dewan pengupahan.
     
Dalam aksi yang dijaga puluhan personel polisi ini, buruh mendesak Gubernur Jateng untuk menetapkan besaran UMK 2009 sesuai survei KHL ditambah dengan prediksi inflasi yang terjadi pada 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau