Pasar Mesin Cuci Masih Menjanjikan

Kompas.com - 17/11/2008, 15:54 WIB

JAKARTA, SENIN - Di tengah krisis global seperti saat ini, industri elektronik terlihat makin teliti membidik pasar untuk produk-produknya. Sementara, Indonesia, kata Presiden Direktur Direktur Sharp Elektronics Indonesia (SEID) Fumihiro Irie, tetap merupakan pasar potensial untuk produk semisal mesin cuci. "Pasarnya adalah jumlah penduduk Indonesia yang banyak," kata Irie pada peresmian pabrik baru mesin cuci dan peluncuran lini produksi kedua lemari es, Senin (17/11).

Usai menghentikan divisi audio visual di Indonesia serta mengalihkan divisi itu ke Malaysia pada Oktober lalu, SEID membuka pabrik baru untuk mesin cuci pada November 2008. "Tadinya, mesin cuci didatangkan dari pabrik kami di Filipina," kata Irie.

Menurut catatan Electronics Marketer Indonesia (EMC), pasar Indonesia lebih memilih mesin cuci tabung ganda (twin tub) ketimbang model drum maupun full automatic. Pada 2006, dari permintaan 748.000 unit mesin cuci, 74 persennya atau 556.000 unit adalah model twin tub.

Beranjak ke 2007, twin tub masih mendominasi 75 persen dari total permintaan 967.000 unit. Lalu, pada 2008, twin tub masih di posisi 74 persen dari 1,225 juta unit mesin cuci yang diminta konsumen dalam negeri.

Maka dari itulah, melihat pertumbuhan pasar sepert ini, Sharp mengeluarkan dana investasi 434 juta yen atau sekitar Rp40 miliar untuk pabrik baru mesin cucinya itu. Menurut Irie, Sharp pun akan berinvestasi untuk mesin injeksi dan mesin full automatic. Syaratnya, setelah penjualan di pasar domestik meningkat.   

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau