Permintaan TKI Juga dari Australia dan Selandia Baru

Kompas.com - 17/11/2008, 18:10 WIB

BANTUL, SENIN - Penyaluran Tenaga Kerja Indonesia atau TKI dari Bantul tidak lagi hanya mengandalkan permintaan dari Malaysia. Saat ini permintaan yang masuk terus meluas, bahkan berasal dari negara-negara Timur Tengah, Australia, dan Selandia Baru. Negera-negara tersebut juga menjanjikan standar upah yang lebih tinggi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Sugeng Sudaruno, Senin (17/11) mengatakan bulan Desember mendatang ada 12 orang TKI yang akan dikirimkan ke Qatar. "Sekarang ini juga ada tawaran dari Yaman. Prosesnya baru masuk tahap seleksi. Untuk Australia dan Selandia Baru juga akan segera menyusul," katanya.

Qatar dan Yaman meminta TKI dengan spesifikasi kemampuan di bidang bangunan dan pertukangan, sementara Australia dan Selandia Baru meminta tenaga bidang perkebunan. Peminat untuk negara-negara baru tersebut lebih banyak dibandingkan dengan tujuan Malaysia.

"Selama ini permintaan TKI yang masuk ke kami selalu didominasi Malaysia. Sebagian besar mereka meminta tenaga untuk pabrik. Namun karena standar gajinya lebih kecil, banyak yang memilih ke Timur Tengah," katanya.

Rata-rata gaji yang diterima TKI di Malaysia Rp 4-5 juta per bulan, sementara di Timur Tengah bisa mencapai Rp 7 juta/bulan. Standar gaji tertinggi di Korea dengan pendapatan kotor sekitar Rp 15 juta/bulan . Sayangnya, lowongan dari Korea tidak terlalu banyak.

Sampai dengan akhir Oktober realisasi penempatan kerja antar negara mencapai 398 orang. Jumlah tersebut melonjak bila dibandingkan dengan total penempatan TKI selama tahun 2007 sebanyak 197 orang.

"Tahun lalu masih banyak warga Bantul yang fokus pada pembenahan rumah pascagempa, tetapi sekarang tahap rehab fisik sudah selesai sehingga fokus masyarakat lebih pada pengembangan ekonomi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau