BANTUL, SENIN - Penyaluran Tenaga Kerja Indonesia atau TKI dari Bantul tidak lagi hanya mengandalkan permintaan dari Malaysia. Saat ini permintaan yang masuk terus meluas, bahkan berasal dari negara-negara Timur Tengah, Australia, dan Selandia Baru. Negera-negara tersebut juga menjanjikan standar upah yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Sugeng Sudaruno, Senin (17/11) mengatakan bulan Desember mendatang ada 12 orang TKI yang akan dikirimkan ke Qatar. "Sekarang ini juga ada tawaran dari Yaman. Prosesnya baru masuk tahap seleksi. Untuk Australia dan Selandia Baru juga akan segera menyusul," katanya.
Qatar dan Yaman meminta TKI dengan spesifikasi kemampuan di bidang bangunan dan pertukangan, sementara Australia dan Selandia Baru meminta tenaga bidang perkebunan. Peminat untuk negara-negara baru tersebut lebih banyak dibandingkan dengan tujuan Malaysia.
"Selama ini permintaan TKI yang masuk ke kami selalu didominasi Malaysia. Sebagian besar mereka meminta tenaga untuk pabrik. Namun karena standar gajinya lebih kecil, banyak yang memilih ke Timur Tengah," katanya.
Rata-rata gaji yang diterima TKI di Malaysia Rp 4-5 juta per bulan, sementara di Timur Tengah bisa mencapai Rp 7 juta/bulan. Standar gaji tertinggi di Korea dengan pendapatan kotor sekitar Rp 15 juta/bulan . Sayangnya, lowongan dari Korea tidak terlalu banyak.
Sampai dengan akhir Oktober realisasi penempatan kerja antar negara mencapai 398 orang. Jumlah tersebut melonjak bila dibandingkan dengan total penempatan TKI selama tahun 2007 sebanyak 197 orang.
"Tahun lalu masih banyak warga Bantul yang fokus pada pembenahan rumah pascagempa, tetapi sekarang tahap rehab fisik sudah selesai sehingga fokus masyarakat lebih pada pengembangan ekonomi," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang