Romli Atmasasmita Marah Pernyataannya Diputarbalikkan

Kompas.com - 17/11/2008, 19:51 WIB

JAKARTA, SENIN - Mantan Dirjen Adminstrasi Hukum Umum, Departemen Hukum dan HAM, Romli Atmasasmita meradang. Setelah sempat menolak ditahan karena merasa penahanannya tidak berdasar, kini ia marah karena merasa disudutkan pejabat Kejagung dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sistem adminstrasi badan hukum di lingkungan Dephukham.

Romli mengaku kecewa dengan pernyataan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Marwan Effendy yang dinilianya memutarbalikkan fakta dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Ia gerah disebut-sebut mengetahui perjanjian antara PT Sarana Rekatama Dinamika dan Koperasi Pengayoman Dephukham dalam pengurusan sistem administrasi badan hukum itu.

"Pertama saya menyesalkan Pak Marwan membocorkan BAP. Kedua yang dibocorkan itu berupa kesimpulan belaka tidak sesuai fakta seperti saat pemeriksaan," ujarnya usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejagung, Senin (17/11).

Sementara itu, pengacara Romli, Juniver Girsang menjelaskan Profesor Ramli menyayangkan perkataan Marwan yang tidak sesuai dengan BAP. Ia mengatakan sebenarnya Romli mengaku tidak pernah menerima fee dan tidak pernah mengetahui perjanjian tersebut. Namun, Marwan mengatakan kepada media kalau Romli tahu dan menerima uang.

Kekecewaan Romli, kata Juniver, juga karena permintaannya tidak dipenuhi Kejagung. Ramli selama pemeriksaan beberapa hari ini selalu meminta diperlihatkan dokumen asli tapi pernah dipenuhi Kejagung. Oleh karena itu, kemarahan profesor Romli memuncak hari ini.

"Saya tadi juga kaget Profesor Romli mengutarakan kekecewaannya terhadap Marwan di depan wartawan," ujar Juniper.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau