Kebutuhan Diagnosa Kesehatan Makin Penting

Kompas.com - 17/11/2008, 19:54 WIB

SURABAYA, SENIN - Gaya hidup serba instan, praktis, cepat, dan nyaman menimbulkan kecenderungan hidup kurang sehat. Dengan pola gaya hidup masyarakat yang serba dinamis, kebutuhan diagnosa kesehatan tubuh secara berkala sangat dibutuhkan.

Manajer Senior Klinik Gleneagles Diagnostic Centre Surabaya, Haryanto Njoto, Senin (17/11) di sela soft opening Gleneagles Diagnostic Centre Surabaya mengatakan, ritme gaya hidup masyarakat yang serba cepat memengaruhi pula kualitas kesehatan seseorang.

"Saat ini banyak tersedia restoran cepat saji, makanan dan minuman instan yang mengandung zat-zat kimia. Jika pola makan tak dikontrol dan orang tak pernah melakukan cek kesehatan, maka orang akan sangat rentan terhadap penyakit," ujarnya.

Menurut Haryanto, pada umur 35 tah un hingga 45 tahun, orang mengalami fase klinis di mana ia tak menyadari adanya gangguan kesehatan. Namun, setelah umur 45 tahun, gejala-gejala penyakit mulai dirasakan, entah kelebihan berat badan, merasa cepat tua, hingga tekanan darah yang cenderung naik.

"Setelah usia 45 tahun berbagai macam penyakit mulai menyerang, seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit penuaan. Orang yang tak pernah mengetahui informasi detail tentang organ tubuhnya akan sulit melakukan antisipasi," tutur Haryanto.

Haryanto mencontohkan, dalam 10 tahun terakhir penyakit jantung koroner pada umumnya diderita pasien berumur di atas 40 tahun. Namun, akhir-akhir ini penderita jantung koroner berumur di bawah 30 tahun.

Pentingnya sejarah kesehatan

Pada dasarnya, seseorang membutuhkan data base atau informasi detail tentang kesehatan organ tubuh secara berkala. Dengan mengetahui informasi ini, maka sejarah kesehatan seseorang akan terlihat sehingga mereka dapat melakukan prediksi untuk melakukan langkah antisipasi.

Managing Director Gleneagles Diagnostic Centre Surabaya Hartanto Saputrajaya Nyoto mengungkapkan, kepedulian masyarakat terhadap kesehatan diawali dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Namun demikian, kadang sebagian masyarakat belum memahami pentingya diagnosa kesehatan.

"Diagnosa kesehatan bukanlah sesuatu yang menakutkan melainkan tindakan kondusif dalam menjaga kesehatan. Jika memahami keadaan tubuhnya, maka orang leluasa mengkonsumsi makanan yang aman bagi dirinya," ujarnya.

Kalah canggih
Dalam hal fasilitas, sebagian masyarakat menganggap peralatan diagnosa kesehatan di luar negeri lebih canggih. Padahal, fasilitas kesehatan serupa dapat pula ditemui di Indonesia.

Vice Chair to the Board of Director Gleneagles Diagnostic Centre Surabaya Ivy Chou menambahkan, kini terdapat berbagai tempat diagnosa kesehatan bertaraf internasional di Surabaya. Karena itu, orang tak perlu pergi ke luar negeri untuk sekedar melakukan pemeriksaan awal kesehatan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau