Hari Kelabu Indonesia, Putra Putri Kalah

Kompas.com - 17/11/2008, 20:59 WIB

DRESDEN, SENIN - Babak keempat Olimpiade Catur ke-38 di Dresden, Jerman, Minggu (16/11) waktu setempat atau Senin (17/11) dinihari WIB menjadi hari kelabu bagi tim Indonesia. Baik tim putri maupun tim putra kalah telak dari lawan-lawannya. Tim putri yang selama dua hari terus membuat kejutan tumbang 0-4 dari unggulan pertama Rusia. Tim putra takluk 1-3 dari Costa Rica.

Humas PB Percasi, Kristianus Liem dari Dresden melaporkan, tim catur putri Indonesia (unggulan ke-67) awalnya seperti  akan mampu memberikan perlawanan keras, tetapi setelah keluar dari tahap pembukaan baru terlihat jelas bahwa perbedaan kelas yang terindikasi dari selisih rating yang ada, yang melebihi angka 200 hingga 600 poin, adalah fakta yang tidak bisa dimanipulasi.

Dari empat papan yang dimainkan, hanya di papan satu antara MIW Irene Kharisma Sukandar (2303) vs GMW Tatiana Kosintseva (2513) yang menggunakan pertahanan Empat Kuda berlangsung berimbang dan bahkan Irene sempat unggul dua bidak sampai langkah ke-28. Namun upaya Irene memaksa tukar Menteri lawan agar komplikasi segera mereda kurang konsisten. Seharusnya pada langkah ke-29 ia menempatkan Menterinya ke petak f5 bukan h5, dengan tujuan memaksa tukar Menteri lagi. Kalau Tatiana kembali menghindar dengan 29…Md4 ada lanjutan 30.Gb3 Kf6 (paksaan) dan datang 31.Kd5!, Putih unggul sekali.

Apalagi waktu pikir Irene masih 25 menit sementara Tatiana tinggal dua menit lebih. Langkah lemah Irene 30.Me2 langsung membuat serangan Tatiana menjadi berbahaya setelah 30…Kg5. Satu lagi langkah tidak akurat Irene 31.Bfd1 langsung dihukum Tatiana dengan 31…f3!. Dan selanjutnya korban Kuda 32…Kxh3 memaksa Irene menyerah.

Sebelumnya Dewi Citra (1802) di papan tiga dan Evi Lindiawati (2121) di papan dua diporakporandakan oleh MI Ekaterina Korbut (2459) dan MI Nadezhda Kosintseva (2468). Mereka berturut-turut menyerah pada langkah ke-32 dan ke-40. Kadek Iin Dijayanti (1859) yang bertahan total akhirnya juga ambruk dan menyerah dari GMW Natalia Pogonina (2474) di langkah ke-48.

“Memang belum waktunya,” kata manajer tim Riskie Dharma Putra. “Namun anak-anak juga harus diingatkan soal disiplin latihan yang benar,” tambah Riskie yang di PB Percasi menduduki posisi sebagai Direktur Pelatnas.

Kalah dari Costa Rica

Kekalahan besar tim putra Indonesia dari Costa Rica seharusnya tidak perlu terjadi karena perbedaan kelasnya begitu tipis. Indonesia unggulan ke-69 sementara Costa Rica unggulan ke-66. Tapi begitu cepatnya pecatur papan satu Indonesia GM Susanto Megaranto (2536) dikalahkan GM Alejandro Ramirez (2533) yang sama mudanya, membuat kondisi tim langsung goyang.

Susanto menyerah langkah 43 pembukaan Inggris, tapi sejak langkah ke-18 ia sudah kehilangan satu bidak dan terus berada di bawah angin. Untuk kelas Grandmaster Alejandro, keunggulan posisi seperti itu cukup untuk menang. Sulit bagi Susanto mengharapakan lawan membuat blunder seperti dua lawan sebelumnya.

Farid Firmansyah (2154) di papan empat yang sempat unggul satu bidak pada langkah ke-40 melawan MI Francisco Hernandez Basante (2247), kena skak abadi sehingga terpaksa mengorbankan kualitas Benteng ditukar Kuda, namun upayanya mempromosikan bidak hanya menghasilkan pengembalian kualitas. Bahkan posisi terakhir menunjukkan Farid kalah satu bidak tetapi punya Gajah dan dua bidak sementara lawannya punya Kuda dan tiga bidak tetapi berada pada sayap yang sama sehingga remis disetujui pada langkah ke-54 pertahanan Prancis.

MI Irwanto Sadikin (2441) yang jumpa MI Bernal Gonzalez (2432) sempat unggul posisi namun setelah melalui pertarungan penuh komplikasi dan riskan hanya mampu bermain remis pada langkah ke-69 pertahanan Slavia. Malangnya, Yohanes Simbolon di papan tiga yang mendapat posisi lebih bagus dan tidak ada kalahnya mulai gugup ketika krisis waktu dan berturut-turut melakukan kesalahan dengan akibat yang fatal. Ia menyerah pada langkah ke-70 pembukaan reti lawan MI Leonardo Valdes (2401).

Berikut ini notasi jalannya partai MIW Irene vs MI Tatiana Kosintseva yang sangat disayangkan gagal membuahkan kemenangan buat Irene yang sudah sempat unggul dua bidak.

MIW Irine Kharisma Sukandar (2303) – GMW Tatiana Kosintseva (2513)
Dresden (4.5), 16.11.2008

 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Nc3 Nf6 4.Bb5 Bd6 5.d3 h6 6.Ne2 0–0 7.c3 Re8 8.0–0 Bf8 9.Ng3 a6 10.Ba4 b5 11.Bc2 d5 12.Qe2 a5 13.Rd1 d4 14.h3 a4 15.a3 Bc5 16.Nh4 Ne7 17.Qf3 Ra6 18.Bd2 Nh7 19.Qh5 Ng6 20.Nhf5 Nf4 21.Bxf4 exf4 22.Ne2 dxc3 23.Nxc3 Bxf5 24.Qxf5 Qd4 25.Rf1 Bd6 26.Qxb5 Raa8 27.Qd5 Qf6 28.Bxa4 Red8 29.Qh5 g6 30.Qe2 Ng5 31.Rfd1 f3 32.Qf1 Nxh3+ 0–1

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau