Waduh... Rupiah Tembus Rp 12.000 per Dollar AS

Kompas.com - 18/11/2008, 10:05 WIB

JAKARTA, SELASA — Garuda akhirnya tidak tahan menghadapi gempuran mata uang Uwak Sam. Rupiah Selasa (18/11) pagi terpuruk menembus level Rp 12.000 per dollar AS. Mata uang Indonesia ini berada di kisaran Rp 12.050 per dollar AS.

"Yang jelas rupiah sulit menguat karena tidak ada faktor positif yang mendukung. Apalagi, semua mata uang utama Asia lainnya juga terpuruk terhadap dollar AS," kata Direktur Utama PT Financ Corpindo Edwin Sinaga di Jakarta, Selasa.

Kondisi pasar, menurut dia, memang sulit untuk memicu rupiah menguat. Apalagi, Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar tidak akan melakukan intervensi setiap waktu. BI hanya akan masuk pasar apabila kondisi memang memungkinkan untuk menahan rupiah tidak terpuruk lebih jauh. "Saya kira penurunan rupiah merupakan hal yang wajar karena ini merupakan gejala global yang sulit diatasi," ucapnya.

Apalagi, kata dia, semua investor asing aktif membawa kembali dana yang ada di pasar negara berkembang ke negaranya masing-masing, kecuali China untuk diinvestasikan di negara, seperti Amerika Serikat. "Hal ini merupakan faktor yang sangat menekan nilai tukar rupiah dalam waktu lama," katanya.
    
Aktifnya pelaku asing menarik dananya di negara berkembang memang tidak menguntungkan, tetapi ini merupakan konsekuensi bagi negara Asia untuk bisa mandiri lebih dini dan saling  bahu-membahu untuk mengatasi masalah tersebut. "Kondisi ini merupakan titik balik bagi negara-negara Asia untuk tidak mengharapkan bantuan dana asing dalam membangun negara dan menghimpunnya dengan memperkuat pasar domestik," tuturnya.
    
Karena itu, menurut dia, rupiah pada sore nanti diperkirakan akan makin mendekati level Rp 12.000 per dollar AS yang sulit dibendung karena pasar menciptakan kondisi seperti itu. "Kami yakin rupiah masih akan terkoreksi hingga menembus angka Rp 12.000 per dollar AS, ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau