Teori Konspirasi di Timnas Inggris

Kompas.com - 18/11/2008, 10:33 WIB

LONDON, SELASA - Tiba-tiba, sejumlah bintang Inggris dinyatakan tak layak membela timnas saat melawan Jerman di Berlin, Rabu (19/11). Alasannya seragam, tidak fit dan cedera. Federasi sepakbola Inggris (FA) pun memakluminya, tanpa melakukan cek. Pelatih timnas Fabio Capello juga tak bisa berbuat apa-apa.

Padahal, meski partai persahabatan, ini sangat emosional. Rakyat Inggris tak pernah rela kalah dari Jerman, mengingat tim itu sering menjegal Inggris. Demikian pula sebaliknya. Rakyat Jerman masih sakit hati karena dikalahkan Inggris di final Piala Dunia 1966.

Absennya sejumlah bintang itu memunculkan dugaan adanya konspirasi antara klub dan FA. Wayne Roone dan Rio Ferdinand, tiba-tiba dinyatakan cedera. Kemudian disusul Steven Gerrard dan Frank Lampard. Padahal, gelandang Liverpool dan Chelsea itu telanjur dimasukkan ke dalam skuad Inggris yang diumumkan Capello, Sabtu (15/11).

Padahal, akhir pekan lalu, mereka semua bermain 90 menit di Premier League. Liverpool mengumumkan, Gerrard cedera otot dan harus istirahat 10 hari. Padahal, dia sebelumnya tampil 90 menit saat lawan Bolton dan mencetak gol.

Lampard dinyatakan cedera tulang rusuk saat melawan West Bromwich Albion, Sabtu. Pada pertandingan itu, dia memang terlihat berbenturan di tulang rusuknya, tapi mampu menyelesaikan pertandingan. Sementara Rooney dan Ferdinand terakhir membela MU pada 8 November dan setelah itu kondisinya dikabarkan membaik.

Rooney dan Ferdinand pun tak dimasukkan ke daftar skuad Inggris. Sedangkan Gerrard dan Lampard dikembalikan ke klubnya. Namun, banyak yang ragu apakah empat bintang itu benar-benar cedera dan tak bisa main. Wajar jika ada dugaan konspirasi antara klub dan FA.

Namun, hal itu segera dibantah FA. "Kami hanya sial karena banyak pemain yang cedera," kata juru bicara FA, Adrian Bevington.

"Faktanya, para pemain itu sedang dalam kondisi yang tidak baik. Mereka memang benar-benar cedera, bukan sekadar alasan. Scan medis menunjukkan cedera itu, sehingga tak perlu ada pemaksaan. Para pemain sendiri merasa terpukul karena tak bisa bermain di partai penting itu," tambahnya.

Namun, tetap saja publik menilai klub hanya menghindarkan para bintangnya dari kekalahan, sehingga bisa tampil prima di Premier League pekan depan. Manchester United, Liverpool, dan Chelsea merupakan tiga besar yang sedang dalam persaingan ketat berebut posisi. Apalagi, masih ada pertandingan Liga Champions yang tak kalah pentingnya.

Namun, Bevington mengajak publik melihat sisi positifnya. Ini kesempatan buat Capello untuk menjajal para bakat yang selama ini belum banyak mendapat kesempatan di timnas. Sebagai contoh, ditariknya defender Chelsea, Michael Mancienne yang kini sedang dipinjam Wolves.

"Setiap pertandingan penting, kami selalu mencoba memasang tim terbaik dan Capello sedang berusaha menyusunnya. Kami juga harus memberi kesempatan pemain lain," jelas Bevington diplomatis.

Ini akan menjadi tantangan berat buat Capello. Dia sudah sukses mentransformasi Inggris yang sempat minderan, menjadi tim yang perkasa kembali sejak melatih pada Desember 2007. Inggris tak pernah kalah di tangannya, dan sudah memenangkan empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010. Jika pada 1 April 2009 menang atas Ukraina, maka Inggris sudah separuh jalan ke putaran final Piala Dunia 2010.

Namun, ini juga pertaruhan yang riskan. Kekalahan akan membuat mental Inggris bisa terluka kembali. Sebaliknya, kemenangan akan memperkuat kepercayaan diri tim.

German merupakan lawan bebuyutan Inggris. Mereka mengalahkan Inggris di kualifikasi Piala Dunia 1970, semifinal Piala Dunia 1990, dan pernah menang di Stadion Wembley pada 2000 dan 2007. Sedangkan kemenangan penting Inggris terjadi di final Piala Dunia 1966 dan kualifikasi Piala Dunia 2002.

Kali ini memang partai persahabatan. Tapi, bagi kedua negara adalah pertarungan gengsi. Maka, ini dianggap sama pentingnya dengan partai resmi. Namun, absennya empat bintang di Inggris membuat tim itu tidak akan bermain dengan formasi terbaiknya. Apalagi, David Beckham juga tak dipanggil dengan alasan terlalu lama beristirahat dari kompetisi. Sedangkan Jerman sudah pasti menurunkan tim terbaiknya.

Ujian berat buat Capello, juga para pemainnya. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau