Dephub Presentase dengan UE Lewat Telekonferensi

Kompas.com - 18/11/2008, 11:19 WIB

Laporan Wartawan PersdaNetwork Hendra Gunawan

JAKARTA, SELASA -  Tidak efektif melakukan presentase di depan sidang Komisi Eropa di Brussel (Belgia), regulator penerbangan RI akan melakukan cara baru. Departemen Perhubungan akan menggelar presentasi perkembangan kebijakan penerbangan dengan Komisi UE dengan cara telekonferensi.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan, pihaknya tidak mengirimkan timnya ke Eropa, namun pihaknya akan melakukan telekonferensi dengan Aviation Safety Unit UE. Telekonferensi akan dilakukan pada Jumat (21/11) mendatang. "Nanti kita telekonferensi dengan UE kita di Jakarta saja," kata Jusman usai penyerahan Aset Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi
(BRR) Aceh ke Dephub.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budhi Muliawan Suyitno menambahkan, dengan telekonferensi ini diharapkan apa yang dipresentasikan oleh regulator penerbangan dapat dimengerti oleh Komisi UE.

Menurutnya, selama ini penilaian Komisi UE mengenai kinerja regulator penerbangan RI tidak mencerminkan dengan kualitas yang aslinya. Karena format laporan Dephub dengan UE berbeda. "Karenanya agar semua bisa jelas, akan dijembatani dengan telekonferensi," kata Budhi.

Telekonfernsi dilakukan oleh Dephub untuk mempresentasekan perkembangan kebijakan penerbangan RI setelah penerbangan RI tidak diperbolehkan menerbangi Eropa sejak pertengahan tahun 2007 lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau