Singapura Bakal Ubah Kebijakan Mata Uang

Kompas.com - 18/11/2008, 14:15 WIB

SINGAPURA, SELASA - Seperti halnya negara lain, Singapura kini juga tengah menghadapi krisis perekonomian. Apalagi, tingkat ekspor di Negeri Merlion ini anjlok. Menurut UBS AG, Pemerintah Singapura kemungkinan besar akan mengubah kebijakan pertukaran mata uangnya pada April atau secepat mungkin.

Analis UBS Ashley Davies dan Nizam Idris mengatakan, Badan Otoritas Moneter Singapura kemungkinan akan membuka kebijakan depresiasi untuk mendukung geliat perekonomian negaranya.

“Mengikuti langkah agresif para penentu kebijakan di negara lain, sepertinya saat ini Singapura akan melonggarkan kebijakan moneternya lewat mata uangnya yang terus melemah. Ada kemungkinan kebijakan tersebut akan diubah pada pertemuan April. Namun, bisa jadi hal itu dilakukan lebih cepat tergantung kebutuhan,” demikian pernyataan Davies dan Nizam dalam laporannya yang dirilis kemarin.

Pada pukul 09.08 waktu Singapura, dollar Singapura diperdagangkan pada posisi 1,5243 dollar Singapura terhadap dollar AS. Sebelumnya, mata uang Singapura sempat menyentuh level 1,5283 dollar Singapura yang merupakan posisi terendah sejak September 2007. Dalam tiga bulan terakhir, mata uang Singapura sudah melemah 7,3 persen.

“Dalam tiga bulan ini dollar Singapura bisa terus melemah dan mencapai posisi 1,5400 dollar Singapura,” tulis UBS AG.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau