BUOL, SELASA - Akibat gempa berkekuatan 7,7 SR Senin (17/11) malam, setidaknya tercatat sudah 1.500 rumah di Kabupaten Buol dan Toli-Toli, Sulawesi Tengah, rusak. Jumlah korban meninggal di Buol tercatat tiga orang dan di Toli-Toli satu orang. Kendati gempa susulan sudah berkurang dan getarannya tak lagi terlalu terasa, sebagian warga yang trauma masih mengungsi ke dataran tinggi dan selebihnya di tenda yang dipasang di pinggir jalan.
Pantauan di Kecamatan Bunobagu dan Lipunotu, Buol (lebih 600 km Utara Palu), Selasa (18/11) menunjukkan, sejumlah besar rumah rusak parah. Banyak diantaranya yang rata dengan tanah dan hanya tersisa atapnya saja. Sejumlah sekolah dan fasilitas umum seperti rumah ibadah juga rusak parah.
Sejumlah ruas jalan juga retak sementara beberapa jembatan rusak maupun bergeser. Karena situasi ini, banyak warga yang memilih tinggal di tenda-tenda di pinggir jalan. ''Bagaimana mau tinggal di dalam rumah selain rumahnya rusak dan tidak bisa dipakai lagi, kami juga masih takut kalau-kalau ada gempa susulan. Apalagi waktu kejadian, saya dan anak-anak sempat terperangkap di dalam rumah. Beruntung tidak ada yang luka parah. Nanti tenang baru kami keluar dari rumah,'' jelas Suhartini (40), warga Desa Binobogu Kecamatan Binobogu, Buol.
Syamsuddin Mangge, Kepala Bagian Humas Pemkab Buol mengatakan, Bunobagu adalah salah satu kecamatan terparah di Buol yang mengalami kerusakan. Di kecamatan ini tercatat setidaknya 410 rumah rusak, 140 diantaranya rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi dan 270 rusak ringan dan sedang. Total rumah rusak di Buol 1.444, belum termasuk fasilitas umum seperti pasar, sekolah, jembatan, kantor, dan lainnya.
Sementara di Toli-Toli, lebih 50 bangunan rusak. Kurangnya korban tewas kendati rumah yang rusak mencapai ribuan, disebabkan warga langsung keluar rumah begitu terjadi gempa. Tiga warga yang tewas di Buol, tak sempat keluar dan terperangkap reruntuhan. Adapun satu korban tewas di Kabupaten Toli-Toli, tetangga Buol, karena kaget saat gempa terjadi.
Sementara itu di Gorontalo, Sekretaris Provinsi Gorontalo Idris Rahim mengatakan, hingga Selasa, pendataan jumlah kerusakan masih berkisar puluhan dengan satu korban jiwa. ''Petugas Satkorlak sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan reruntuhan. Kepala Badan Satkorlak, juga sudah berada di Gorontalo Utara, daerah terparah tekena bencana,'' kata Idris.
Hingga Selasa sore, petugas dan warga di Buol belum membersihkan bangunan yang roboh. Petugas masih terus mendata kerusakan sementara warga masih trauma. Menurut rencana, pembersihan baru akan dimulai Rabu. Kendati demikian, aparat TNI dan Polisi sudah turun ke lokasi-lokasi bencana dan membuat posko. Untuk sementara, bantuan dari Provinsi Sulteng belum tiba. Bantuan berupa bahan makanan dan obat-obatan baru berasal dari Pemkab Buol.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang