BARCELONA, SELASA - Sebastien Loeb adalah pereli paling sukses. Pria Perancis tersebut belum lama ini mengunci gelar juara dunia reli kelima kalinya berturut-turut. Sepanjang sejarah, Loeb adalah satu-satunya orang yang mengantongi gelar juara dunia reli sebanyak itu.
Pada Senin (17/11), di Barcelona, Spanyol, Loeb mencoba tantangan baru. Ia menjajal mobil balap Formula Satu. Sebenarnya, ini bukan pengalaman yang sama sekali baru.
Akhir 2007, ia menjajal mobil F1 milik tim Renault di Sirkuit Paul Ricard, Perancis. Namun, kegiatan itu hanya untuk promosi, sedangkan di Barcelona, ia ambil bagian dalam kegiatan yang jauh lebih serius, uji coba resmi bersama 16 pembalap F1 lainnya.
Loeb tampil cukup mengesankan. Memakai mobil tim Red Bull, ia menempati posisi kedelapan dari 17 pembalap peserta uji coba. Dibandingkan dengan waktu lap Takuma Sato yang tampil terkencang, waktu lap Loeb ketinggalan 1,74 detik.
Setelah menjajal mobil F1, Loeb mengaku kelelahan. "Harus diakui, mengendarai mobil seperti ini lebih melelahkan ketimbang mengendarai mobil reli," ujar Loeb seperti dikutip autosport.com.
Dengan bercanda, Loeb menyatakan, tidak mau membawa mobil dengan tenaga yang begitu besar seperti mobil F1 menjelajah hutan. Lomba reli kadang-kadang memang berlangsung melintasi jalur di dalam hutan, berbeda dengan F1 yang selalu digelar di atas sirkuit. Perbedaan lainnya, mobil F1 berkekuatan 780 tenaga kuda, sedangkan kekuatan mobil WRC (Kejuaraan Dunia Reli) dibatasi sampai 300 tenaga kuda.
Loeb menceritakan, dirinya memerlukan waktu untuk membiasakan diri dengan gaya G yang dirasakannya saat menikung. Ia juga harus beradaptasi dengan karakter suspensi F1 serta ban slick (tanpa kembangan) yang dipakai dalam uji coba.
Mulai 2009, F1 memakai ban yang sepenuhnya slick. Sebelumnya, F1 memakai ban slick beralur (empat alur). Ban slick beralur bertujuan memangkas luas tapak ban sehingga mengurangi kecepatan mobil.
"Akhirnya saya mulai merasa nyaman dengan mobil F1 dan menikmati sensasinya saat melintasi sirkuit. Harus saya akui, daya cengkram mobil saat melintas di tikungan kecepatan tinggu sangat mengesankan," kata Loeb, pereli Citroen.
Ada pikiran beralih ke F1? Loeb rupanya tahu diri. Dalam usia ke-34, Loeb merasa terlalu terlambat untuk memulai karier baru sebagai pembalap F1. (AP/ATO)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang