HANOI, SELASA - Badai tropis Noul membabat atap-atap rumah, menghancurkan tanaman siap panen, dan menenggelamkan lebih dari 100 kapal nelayan tak berawak di wilayah Vietnam bagian selatan. Namun, Noul ”menghindari” Ho Chi Minh City dan kawasan lumbung padi Delta Mekong yang padat manusia.
Pemerintah Vietnam, Selasa (18/11), menuturkan, badai tropis Noul berembus dengan kekuatan angin mencapai 75 kilometer per jam saat bergerak dari Laut China Selatan mendekati daratan Vietnam.
Para pejabat Vietnam mengkhawatirkan Noul akan menghantam Delta Mekong yang subur dan padat penduduk. Sebanyak 74.000 warga di sepanjang pantai yang akan dilanda Noul dievakuasi. Lebih dari 17.000 kapal nelayan diperintahkan agar segera berlindung.
Namun, kekhawatiran itu tidak menjadi kenyataan. Badai Noul, yang berarti langit merah, ternyata berubah arah ke utara Delta Mekong. Situasi ini tidak mengganggu para petani di Delta Mekong untuk segera kembali menanam padi.
Kawasan Delta Mekong yang subur jarang dihantam topan dan badai. Terakhir, topan Linda menghantam Delta Mekong pada November 1999. Sekitar 464 orang tewas dan lebih dari 3.200 orang hilang.
Kekuatan Noul juga melemah menjadi depresi tropis pada Senin sore sebelum mencapai daratan di Provinsi Khanh Hoa dan Provinsi Ninh Thuan.
Sejauh ini, dua orang tewas saat badai ke-10 dalam musim topan dan badai yang melanda Vietnam itu. Korban tewas karena terjatuh ke sungai yang meluap, sementara korban lainnya tewas tersengat listrik.
Hujan lebat yang dibawa Noul membuat sungai di dua provinsi meluap. Sungai-sungai tersebut sudah meluap sejak pekan lalu dan menewaskan 12 orang.
Pemerintah mengatakan permukaan air sungai-sungai mencapai tingkat yang berbahaya. Pejabat provinsi diminta bersiap menghadapi kemungkinan banjir bandang dan tanah longsor.
Badan darurat di Hanoi menuturkan, Noul menerbangkan puluhan atap rumah dan sekitar 3.000 hektar tanaman siap panen hancur.
Pusat badai Noul sebelumnya diprakirakan melewati Lam Dong, wilayah yang terletak sekitar 500 meter di atas permukaan laut.
Namun, perkebunan kopi Vietnam lolos dari terjangan Noul. Vietnam adalah penghasil kopi nomor dua dunia setelah Brasil.
Hujan sepanjang Sabtu dan Minggu agak menunda panen kopi. Namun, hari Selasa petani sudah kembali memetik kopi di Provinsi Daklak dan Provinsi Lam Dong, yang terletak di pegunungan Vietnam.
Seorang pedagang kopi di Provinsi Lam Dong mengatakan cuaca kini baik untuk memanen dan mengeringkan kopi.(AFP/Reuters/AP/DI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang