Badai Noul "Hindari" Mekong

Kompas.com - 19/11/2008, 04:13 WIB

HANOI, SELASA - Badai tropis Noul membabat atap-atap rumah, menghancurkan tanaman siap panen, dan menenggelamkan lebih dari 100 kapal nelayan tak berawak di wilayah Vietnam bagian selatan. Namun, Noul ”menghindari” Ho Chi Minh City dan kawasan lumbung padi Delta Mekong yang padat manusia.

Pemerintah Vietnam, Selasa (18/11), menuturkan, badai tropis Noul berembus dengan kekuatan angin mencapai 75 kilometer per jam saat bergerak dari Laut China Selatan mendekati daratan Vietnam.

Para pejabat Vietnam mengkhawatirkan Noul akan menghantam Delta Mekong yang subur dan padat penduduk. Sebanyak 74.000 warga di sepanjang pantai yang akan dilanda Noul dievakuasi. Lebih dari 17.000 kapal nelayan diperintahkan agar segera berlindung.

Namun, kekhawatiran itu tidak menjadi kenyataan. Badai Noul, yang berarti langit merah, ternyata berubah arah ke utara Delta Mekong. Situasi ini tidak mengganggu para petani di Delta Mekong untuk segera kembali menanam padi.

Kawasan Delta Mekong yang subur jarang dihantam topan dan badai. Terakhir, topan Linda menghantam Delta Mekong pada November 1999. Sekitar 464 orang tewas dan lebih dari 3.200 orang hilang.

Kekuatan Noul juga melemah menjadi depresi tropis pada Senin sore sebelum mencapai daratan di Provinsi Khanh Hoa dan Provinsi Ninh Thuan.

Sejauh ini, dua orang tewas saat badai ke-10 dalam musim topan dan badai yang melanda Vietnam itu. Korban tewas karena terjatuh ke sungai yang meluap, sementara korban lainnya tewas tersengat listrik.

Hujan lebat yang dibawa Noul membuat sungai di dua provinsi meluap. Sungai-sungai tersebut sudah meluap sejak pekan lalu dan menewaskan 12 orang.

Pemerintah mengatakan permukaan air sungai-sungai mencapai tingkat yang berbahaya. Pejabat provinsi diminta bersiap menghadapi kemungkinan banjir bandang dan tanah longsor.

Badan darurat di Hanoi menuturkan, Noul menerbangkan puluhan atap rumah dan sekitar 3.000 hektar tanaman siap panen hancur.

Pusat badai Noul sebelumnya diprakirakan melewati Lam Dong, wilayah yang terletak sekitar 500 meter di atas permukaan laut.

Namun, perkebunan kopi Vietnam lolos dari terjangan Noul. Vietnam adalah penghasil kopi nomor dua dunia setelah Brasil.

Hujan sepanjang Sabtu dan Minggu agak menunda panen kopi. Namun, hari Selasa petani sudah kembali memetik kopi di Provinsi Daklak dan Provinsi Lam Dong, yang terletak di pegunungan Vietnam.

Seorang pedagang kopi di Provinsi Lam Dong mengatakan cuaca kini baik untuk memanen dan mengeringkan kopi.(AFP/Reuters/AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau