Syahrul-Apiaty Cipika-cipiki, Suasana Jadi Cair

Kompas.com - 19/11/2008, 10:11 WIB

ADA yang menarik saat Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Selasa (18/11) kemarin mengukuhkan pengurus Komisi Daerah (Komda) Penanganganan dan Pengendalian Flu Burung Provinsi Sulsel.

Dalam yang digelar di Hotel Quality Makassar itu hadir pula sebagai undangan Ny Apiaty Kamaluddin sebagai Ketua Palang Merah Indonesia Sulsel yang merupakan mitra penanganan flu burung. Apiaty adalah istri mantan Gubernur Sulsel Amin Syam, yang merupakan rival utama Syahrul dalam Pilkada beberapa bulan lalu. Sebagai undangan, Apiaty yang mantan istri Sulsel-1 hadir 15 menit lebih awal sebelum kedatangan Syahrul.

Ketegangan sempat mewarnai para calon pengurus Komda Penanganan dan Pengendalian Flu Burung Sulsel ketika Syahrul memasuki ruangan. Apiaty berbalik dan pandangan Syahrul kebetulan juga sedang tertuju ke Asisten III Pemkot Makassar itu.

Tiba-tiba Syahrul menghampiri Apiaty dan berjabat tangan lalu saling cium pipi kanan cium pipi kiri (cipika cipiki). Sontak saja atmosfer ruangan yang sebelumnya sempat tegang kembali mencair. Tepuj tangan pun bergemuruh disertai tawa saat kedua sosok yang sempat bersaing saat pilkada gubernur itu cipika cipiki dan saling melempar senyum lebar.

Keduanya bahkan masih sempat bercakap sejenak, tetapi tak diketahui apa yang dibicarakan sebelum Syahrul langsung duduk ke meja forum tepat di depan Apity. 

Tampaknya, Syahrul tak bisa menafikan kehadiran Apiaty di forum itu, sehingga saat sesi sambutannya sebagai gubernur, terhitung tiga kali Syahrul menyapa dan menyebutkan nama Apiaty.

Pertama, Syahrul secara khusus mengucapkan penghormatan terhadap Apiaty saat membuka pidatonya. "Yang terhormat pengurus komda, undangan dan terkhusus hormat saya kepada Ibu Apiaty," ujar Syahrul yang kemudian disertai tepuk tangan undangan.

Dalam isi pidatonya pun, bahkan Syahrul malah memuji Apiaty. "Agak lama tak sempat ketemu, kini Ibu Apiaty terlihat makin cantik," ujar Syahrul.

Saat penutupan pidatonya, Syahrul kembali menyapa Apiaty dan mengajak PMI yang diketuai Apiaty untuk lebih menjalin kerja sama dalam penanganan wabah flu burung di Sulsel.

Untuk catatan, sebulan lalu Syahrul pernah bertemu Amin dan Apiaty pada pernikahan putra Amin-Apiaty di Hotel Clarion. Syahrul hadir sendiri tanpa ditemani istrinya, Ayunsri Harahap.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau