Operasi Preman Tidak Mengarah ke Petrus

Kompas.com - 19/11/2008, 14:57 WIB

JAKARTA, RABU — Pelaksanaan operasi kejahatan jalanan atau preman di lima polda tidak akan mengarah ke penembakan misterius (petrus) yang dulu pernah terjadi.

"Operasi terhadap penyakit masyarakat dan kejahatan jalanan yang dilakukan para preman tidak akan mengarah ke petrus. Ini operasi penertiban umum, enggak ada petrus," tegas Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duaji kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/11).

Susno mengatakan, setiap anggota polisi dalam menggunakan senjata tentu tidak asal-asalan dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Polisi, kata Susno, tidak akan menggunakan senjata secara sembarangan. "Ada syarat-syaratnya. Jadi, tidak usah khawatir," ujarnya.

Sementara itu, dalam menjaring preman-preman berdasi, dengan tegas Susno menyatakan, polisi tidak akan takut dan siapa pun mereka yang terbukti melakukan pelanggaran hukum tetap akan ditindak tegas. "Polisi tidak akan takut. Di atasnya preman berdasi sekalipun, tetap akan kami tindak," tutur mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Operasi kejahatan jalanan yang digelar sejak 2 November 2008 melibatkan lima polda, yakni Polda Sumatra Utara, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, dan Polda DIY, sedangkan dua polda lainnya, yakni Polda Sulawesi Tengah dan Polda Jambi, melakukan kegiatan tersebut sebagai kegiatan penyeimbang.

Susno menegaskan pula bahwa ke depan, polda se-Indonesia akan serentak melaksanakan operasi kejahatan jalanan serupa untuk menekan terjadinya angka kejahatan di Tanah Air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau