JAKARTA, RABU — Pelaksanaan operasi kejahatan jalanan atau preman di lima polda tidak akan mengarah ke penembakan misterius (petrus) yang dulu pernah terjadi.
"Operasi terhadap penyakit masyarakat dan kejahatan jalanan yang dilakukan para preman tidak akan mengarah ke petrus. Ini operasi penertiban umum, enggak ada petrus," tegas Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duaji kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/11).
Susno mengatakan, setiap anggota polisi dalam menggunakan senjata tentu tidak asal-asalan dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Polisi, kata Susno, tidak akan menggunakan senjata secara sembarangan. "Ada syarat-syaratnya. Jadi, tidak usah khawatir," ujarnya.
Sementara itu, dalam menjaring preman-preman berdasi, dengan tegas Susno menyatakan, polisi tidak akan takut dan siapa pun mereka yang terbukti melakukan pelanggaran hukum tetap akan ditindak tegas. "Polisi tidak akan takut. Di atasnya preman berdasi sekalipun, tetap akan kami tindak," tutur mantan Kapolda Jawa Barat itu.
Operasi kejahatan jalanan yang digelar sejak 2 November 2008 melibatkan lima polda, yakni Polda Sumatra Utara, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, dan Polda DIY, sedangkan dua polda lainnya, yakni Polda Sulawesi Tengah dan Polda Jambi, melakukan kegiatan tersebut sebagai kegiatan penyeimbang.
Susno menegaskan pula bahwa ke depan, polda se-Indonesia akan serentak melaksanakan operasi kejahatan jalanan serupa untuk menekan terjadinya angka kejahatan di Tanah Air.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang