Benayoun Ancam Hengkang dari Anfield

Kompas.com - 19/11/2008, 15:39 WIB

LIVEPROOL, RABU - Gelandang Yossi Benayoun mulai menunjukkan keputusasaannya menembus persaingan ketat di Anfield. Ia merasa kehadirannya seperti tidak diperhitungkan, jadi ia akan memilih pergi.

Wajar jika pemain asal Israel itu merasa tersisih. Dari sepuluh laga yang dimainkannya, ia hanya turun sebagai starter di dua pertandingan. Ia tidak mau menjadi pemain nomor dua. Tekadnya sudah bulat, ia akan pergi mencari klub baru yang akan memasangnya sebagai pemain utama.

"Kenyataan bahwa aku tidak dilibatkan dan selalu menjadi pemain cadangan membuktikan suatu hal. Meskipun di Liverpool, jika aku tidak bermain dalam beberapa bulan ke depan, aku tidak akan mau di sini," kata pemain berusia 28 tahun tersebut.

Mantan winger West Ham United ini menegaskan, jika pindah, ia masih ingin berada di Inggis karena sepak bola di sana menakjubkan. Kalaupun tidak, maka ia akan menyeberang ke negara lain yang belum pernah disinggahinya. "Aku menikmati waktuku di Inggris tapi mungkin kini waktunya belajar bahasa baru, mungkin Italia, Perancis, atau Rusia," kata mantan pemain Racing Santander itu.

Setelah menelaah lebih lanjut, Benayoun merasa posisinya mulai goyah ketika The Reds menjalani serangkaian kemenangan fantastis di Liga Inggris. Itu membuat para pemain bersemangat dan berlomba-lomba menunjukkan permainan terbaiknya masing-masing.

"Setelah menang atas Manchester United, aku kehilangan tempat. Setiap orang ingin bermain dan sangat tidak menyenangkan duduk di bangku cadangan atau hanya bermain beberapa menit," keluhnya. "Aku jadi bagian dari rotasi pemain tapi aku harap dalam beberapa bulan akan berubah." (SUN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau