LIVEPROOL, RABU - Gelandang Yossi Benayoun mulai menunjukkan keputusasaannya menembus persaingan ketat di Anfield. Ia merasa kehadirannya seperti tidak diperhitungkan, jadi ia akan memilih pergi.
Wajar jika pemain asal Israel itu merasa tersisih. Dari sepuluh laga yang dimainkannya, ia hanya turun sebagai starter di dua pertandingan. Ia tidak mau menjadi pemain nomor dua. Tekadnya sudah bulat, ia akan pergi mencari klub baru yang akan memasangnya sebagai pemain utama.
"Kenyataan bahwa aku tidak dilibatkan dan selalu menjadi pemain cadangan membuktikan suatu hal. Meskipun di Liverpool, jika aku tidak bermain dalam beberapa bulan ke depan, aku tidak akan mau di sini," kata pemain berusia 28 tahun tersebut.
Mantan winger West Ham United ini menegaskan, jika pindah, ia masih ingin berada di Inggis karena sepak bola di sana menakjubkan. Kalaupun tidak, maka ia akan menyeberang ke negara lain yang belum pernah disinggahinya. "Aku menikmati waktuku di Inggris tapi mungkin kini waktunya belajar bahasa baru, mungkin Italia, Perancis, atau Rusia," kata mantan pemain Racing Santander itu.
Setelah menelaah lebih lanjut, Benayoun merasa posisinya mulai goyah ketika The Reds menjalani serangkaian kemenangan fantastis di Liga Inggris. Itu membuat para pemain bersemangat dan berlomba-lomba menunjukkan permainan terbaiknya masing-masing.
"Setelah menang atas Manchester United, aku kehilangan tempat. Setiap orang ingin bermain dan sangat tidak menyenangkan duduk di bangku cadangan atau hanya bermain beberapa menit," keluhnya. "Aku jadi bagian dari rotasi pemain tapi aku harap dalam beberapa bulan akan berubah." (SUN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang