JOMBANG, RABU - Puluhan sopir bus yang melayani trayek JPK (Jombang-Pulorejo-Kandangan), Rabu (19/11) menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Jombang. Mereka menuntut agar bus-bus berukuran sedang dengan nama Puspa Indah yang selama ini melayani trayek Jombang-Malang atau yang melayani trayek lain dan bersentuhan dengan jalur mereka untuk tidak menaikkan penumpang seenaknya.
Suwito (61) dan Suyanto (35), pengemudi angkot JPK mengemukakan sejak bus-bus Puspa Indah menaikkan penumpang di sepanjang rute mereka, pendapatan para sopir angkot berkurang drastis. "Sekarang dapat dalam satu hari paling Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu. Sementara setoran antara Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu," kata Suyanto.
Ia menuturkan, bus-bus Puspa Indah biasanya menaikkan penumpang untuk jarak dekat yang berada dalam lingkup trayek mereka. "Mereka beroperasi di jalur-jalur pendek seperti antara Ngoro ke Pulorejo dan sekitarnya, yang jaraknya paling satu atau dua kilometer. Mereka bisa menarik ongkos antara Rp 1.000 atau Rp 2.000," imbuh Suwito.
Sementara itu, dari hasil pertemuan antara perwakilan sopir dan pengusaha bus Puspa Indah serta Dinas Per hubungan Kabupaten Jombang, disepakati bus-bus Puspa Indah tidak akan menaikkan penumpang di luar halte. " Kita sepakati aturan main. Menaikkan penumpang di luar halte dan rambu-rambu yang telah ditetapkan tidak boleh, ujar Harinoto," penasihat manajemen perusahaan bus Puspa Indah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang