BMKG Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir

Kompas.com - 20/11/2008, 05:47 WIB

JAKARTA, KAMIS - Munculnya banjir antara lain karena curah hujan yang tinggi dan lama dapat diprediksi kejadiannya lebih awal. Hal ini tercapai dengan menerapkan sistem pemantau cuaca dan iklim.

Dengan memprakirakan ancaman hujan lebat berpotensi banjir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian juga membangun sistem peringatan dini banjir yang menjadi bagian dari Meteorology Climatology Early Warning Systems (MCEWS). Dijelaskan Sekretaris Utama BMKG, Andi Eka Sakya, Rabu (19/11), jejaring sistem radar digunakan untuk pemantauan gangguan cuaca di darat dan lingkup lokal.

Untuk meliput seluruh Indonesia diperlukan total 23 radar. Kini telah terpasang 7 radar dan tahun 2008 ini menyusul di Jakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2010 seluruh radar akan terbangun, begitu juga Sistem Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Ekstrem.

Penggunaan sistem radar cuaca di Indonesia bukan hal baru. Karena BMKG telah lama mengoperasikan 7 radar tipe S Band. Radar baru tipe C Band, jelas Andi, dapat menjangkau wilayah hingga radius 100 kilometer, untuk memantau awan hujan di suatu wilayah dan volume uap air berdasarkan citra 3 dimensi.

"Dengan radar ini, hujan dapat diperkirakan 2 hingga 3 hari sebelumnya sehingga peringatan dini jauh lebih cepat," jelasnya. Penggunaan radar juga dapat mengetahui potensi terjadinya angin puting beliung 3 jam sebelum kejadian. Dalam jejaring MCEWS juga akan terhubung jejaring sistem penakar hujan digital dan stasiun cuaca otomatis, serta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC).

Sistem radar cuaca juga dibangun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang terdiri atas enam radar jenis Doppler X-band serta C-band dan Wind Profiler. "Dengan sistem radar, dinamika iklim juga dapat lebih dipahami," ujar Fadli Syamsudin, Kepala Geostech BPPT.

Radar C Band itu ditempatkan di Serpong, untuk membantu memprediksi kejadian banjir di kawasan Jabodetabek. (YUN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau