Banjir Jakarta Tak Bisa Dihindari

Kompas.com - 20/11/2008, 06:04 WIB

JAKARTA, KAMIS - Jakarta tak terhindar dari banjir. Dengan dana kecil, Pemerintah Kota Jakarta Pusat setiap tahun hanya bisa memperbaiki kurang dari 10 persen dari 2,9 juta meter saluran di wilayahnya.

Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Pusat Agus Priyono, Rabu (19/11), mengatakan, tahun 2008, Jakarta Pusat memperoleh dana sebesar Rp 49 miliar. Sebanyak Rp 42 miliar di antaranya terserap untuk peningkatan, yaitu pembangunan fisik dan pemeliharaan saluran.

”Setiap tahun, realisasi program peningkatan hanya mencakup 3,5 persen dari total saluran yang ada, sementara pemeliharaan hanya mencakup 8,6 persen saja,” kata Agus Priyono, Rabu kemarin.

Menurut Agus, 2,9 juta meter saluran itu hanyalah saluran mikro, belum termasuk saluran makro dan saluran di permukiman yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi dan dinas atau suku dinas perumahan. Saluran mikro mencakup saluran penghubung dan saluran submikro. Dengan cakupan perbaikan setiap tahun yang amat kecil, masalah penyempitan saluran karena sampah atau pengendapan bakal sulit diatasi.

Padahal, data dari Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Pusat terlihat bahwa semua saluran, termasuk sungai di Jakarta, mengalami pendangkalan dan penyempitan. Selain karena faktor alam, perbuatan manusia yang suka membuang sampah sembarangan juga menyebabkan semua saluran tidak berfungsi sempurna.

Saat ini di Jakarta Pusat terdapat 6.000-7.000 ton sampah per hari. Hanya 18 persen di antaranya yang dibuang pada tempatnya, sisanya tercecer di saluran yang ada.

Kondisi serupa juga diungkapkan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Jalan Jakarta Pusat Yusmada Faizal. Menurut Yusmada, setiap tahun Jakarta Pusat hanya bisa memperbaiki 5 persen luas jalan di wilayahnya.

”Luas jalan di Jakarta Pusat mencapai 6,6 juta meter persegi. 4 juta meter persegi di antaranya adalah tanggung jawab kami. Namun, anggaran yang kami terima per tahun paling hanya mampu memperbaiki 5 persen dari total 4 juta meter persegi itu. Padahal, idealnya setiap tahun harus bisa memperbaiki 20 persen dari total luas jalan,” kata Yusmada Faizal menjelaskan.

Yusmada mengatakan, ruas jalan aspal memiliki masa aus karena dipakai rata-rata selama lima tahun dari waktu pembuatan. Jika tidak rutin dirawat dan diperbaiki, kerusakan akan makin sering terjadi. Pada musim hujan, kerusakan lebih cepat terjadi karena aspal mudah tergerus jika terus-menerus diguyur atau terendam air.

Perluasan waduk

Meski dana minim dan banyak tersedot untuk pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT), Pemprov DKI tetap merencanakan perluasan Waduk Halim di Jakarta Timur dan Situ Babakan di Jakarta Selatan. Anggaran perluasan dan pembangunan Waduk Halim pada Rancangan APBD 2009 mencapai Rp 5 miliar dan untuk Situ Babakan Rp 4 miliar.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mukhayar mengatakan, selain perluasan waduk atau situ, program antisipasi banjir lainnya adalah pengerukan drainase kota dengan anggaran Rp 40 miliar, pembangunan tanggul penahan rob Muara Angke Rp 8 miliar, dan pembebasan lahan serta pembangunan fisik BKT senilai Rp 1,25 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau