Obama Angkat Teman Lama Jadi Staf Gedung Putih

Kompas.com - 20/11/2008, 09:03 WIB

WASHINGTON, KAMIS — Presiden terpilih AS Barack Obama, Rabu (19/11), mengumumkan tambahan staf Gedung Putih, termasuk teman-teman lamanya.

"Saya senang mengumumkan tambahan baru bagi tim kami ini. Saya akan mengandalkan pengalaman mereka yang luas dan beragam dalam beberapa bulan ke depan saat kami bekerja untuk memperkuat ekonomi kita, memperbarui Washington, dan menanggulangi tantangan besar masa kita," kata Kantor Peralihan Obama dalam sebuah pernyataan.

Mereka yang diumumkan sebagai staf Gedung Putih setelah Obama memangku jabatan pada 20 Januari meliputi David Axelrod sebagai penasihat senior presiden, Lisa Brown sebagai sekretaris staf, Greg Craig sebagai konsul Gedung Putih, dan Christ Lu sebagai menteri kabinet.

Axelrod yang telah menjadi konsultan politik bagi banyak politikus kenamaan Partai Demokrat dan menjabat sebagai ahli strategi penting selama kampanye Obama dipandang telah memainkan peran penting dalam keberhasilan Obama pada pemilihan umum.

Craig dan Brown telah bekerja untuk pemerintahan mantan presiden Bill Clinton, masing-masing sebagai konsul khusus dan konsul bagi wakil presiden.

Lu, orang China-Amerika teman sekelas Obama di Harvard Law School, telah bekerja untuk Obama dalam sejumlah peran pada empat tahun terakhir. Saat ini ia menjadi Direktur Pelaksana Proyek Peralihan Obama-Biden dan menangani operasi peralihan harian.

Calon lain yang diperkirakan oleh media AS akan mengisi jabatan penting Gedung Putih meliputi James Steinberg, wakil penasihat keamanan nasional dalam pemerintahan Clinton, yang ditunjuk memimpin kelompok kerja keamanan nasional bagi tim peralihan Obama.

Pembantu dekat lain kebijakan luar negeri, Susan Rice, wakil menteri luar negeri urusan Afrika antara 1997 dan 2001, dipandang akan bekerjasama dengan Steinberg.

Obama telah mengungkapkan tim Gedung Putihnya sejak pemilihan umum 4 November tapi belum mengumumkan pemangku jabatan kabinet. Salah satu pengumuman pertamanya pasca-kemenangan adalah penunjukan anggota Kongres Rahm Emanuel sebagai kepala staf. Emanuel adalah penasihat senior dalam pemerintah Clinton dan pengumpul dana gemilang bagi partai Demokrat.

Sementara itu mantan presiden Bill Clinton telah membuka buku keuangan pribadinya bagi tim peralihan Obama dalam upaya melicinkan jalan bagi istrinya, Senator AS Hillary Clinton, untuk mendapatkan jabatan menteri luar negeri, demikian laporan The Wall Street Journal, Rabu.

Bill Clinton telah bepergian keliling dunia dan mengumpulkan jutaan dollar AS untuk yayasan amalnya sejak meninggalkan Gedung Putih pada 2001 serta mengumpulkan harta pribadi dari pembayaran sebagai pembicara. Persetujuan keuangannya sedang diteliti oleh orang-orang Obama untuk memastikan bahwa tak ada konflik kepentingan luar negeri kalau Hillary Clinton memimpin Departemen Luar Negeri.

Tom Dashle, mantan pemimpin mayoritas di Senat AS dan pemimpin bersama kampanye presiden Obama, telah diberikan jabatan di layanan kemanusiaan dan kesehatan, demikian laporan CNN, Rabu. Dashle dikenal sebagai penganjur pembaruan perawatan kesehatan yang tampaknya akan menjadi salah satu prioritas utama dalam negeri Obama pada 2009.

Pada Selasa media melaporkan, posisi jaksa agung telah diserahkan kepada Eric Holder yang akan menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang memimpin Departemen Kehakiman. Holder menjadi wakil jaksa agung pada pemerintahan Clinton.

Obama, yang pada masa kecil pernah tinggal di Indonesia, menghadapi krisis ekonomi sehingga menambah tekanan agar ia segera membentuk tim sebelum pelantikannya pada 20 Januari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau