Happy Birthday! Stasiun Antariksa Genap 10 Tahun

Kompas.com - 20/11/2008, 22:10 WIB

CAPE CANAVERAL, KAMIS - Sungguh ini menjadi momentum yang tepat karena genap di usianya ke-10 tahun, Stasiun Antariksa Internasional (ISS) tengah disinggahi 10 orang astronot. Masing-masing tiga orang yang memang tengah bertugas dalam periode enam bulanan dan tujuh orang astronot wahana ulang Endeavour yang sedang menjalankan misi melanjutkan pembangunan ISS.

Pembangunan ISS titik balik hubungan Rusia dan AS yang mustahil dilakukan di saat perang dingin. Bagian pertama ISS diluncurkan Rusia pada 20 November 1998 dari Kazakhstan. NASA menyusul dua minggu kemudian membawa bagian kedua untuk digabungkan di orbit setinggi 352 kilometer. Program pembangunan ISS kemudian juga didukung 18 negara Eropa yang tergabung dalam badan antariksa Eropa (ESA), Kanada, dan Jepang.

Para astronot AS dan kosmonot Rusia baru menempati satu-satunya stasiun antariksa itu dua tahun kemudian. Sejak saat itu, pembangunan ISS terus berlanjut sampai dapat dihuni tiga orang awak dan akan cukup untuk enam orang saat diselesaiakan pada tahun 2010.

Saat ini, tinggal seperempat bagian yang belum diselesaikan. Sebagain besar telah diselesaikan dengan total berat sekitar 313,5 ton atau menurut NASA setara dengan sebuah rumah berisi lima kamar tidur. ESA telah membangun laboratorium ruang angkasa kebanggannya Colombus ke ISS. Begitu pula Jepang dengan laboratosium Kibo yang berarti harapan.

ISS telah 57.300 kali mengitari Bumi dan menempuh jarak 2 miliar kilometer. Selama 10 tahun, sebanyak 167 orang dari 15 negara pernah berkunjung ke sana dan lebih dari 19.000 jamuan makan telah dilakukan. Sampai sekarang sudah 80 roket diluncurkan dari Florida untuk wahana ulang alik NASA, Kazakhstan untuk roket Rusia, dan ATV Eropa dari Guyana Prancis untuk mengirimkan logistik maupun lalu lintas astronot dan kosmonot antara Bumi dan ISS.

Total biaya pembangunan ISS dari awal hingga akhir diperkirakan akan menghabiskan setidaknya 100 miliar dollar AS. Sumbangan terbesar dari NASA senilai 44 miliar dollar AS. Pembangunan ISS sempat terhenti selama 2 tahun sejak terjadi kecelakaan Columbia pada tahun 2003 yang menewaskan tujuh astronotnya.

Pembangunan ISS dikejar agar selesai sebelum 2010 saat seluruh pesawat ulang alik NASA dipensiunkan. Selanjutnya, transportasi Bumi dan ISS akan dilakukan dengan roket Soyuz milik Rusia sebelum NASA sukses menyelesaikan wahana ulang alik generasi barunya.

Awalnya pembangunan stasiun antariksa dimaksudkan sebagai wahana penelitian ilmiah di ruang hampa udara. Namun dalam perkembangannya ambisi AS untuk kembali menjejakkan kaki di permukaan Bulan menjadikan ISS sebagai batu loncatan. Bahkan akan menjadi stasiun pertama sebelum melanjutkan ekspedisi ruang angkasa hingga ke Mars.

Fungis ISS juga tidak lagi sekadar kegiatan ilmiah belaka. Selama 10 tahun ada, sudah 7 milyuner yang rela merogoh kocek hingga 30 juta dollar AS untuk menikmati wisata ke luar angkasa dan mengunjungi ISS.

Tak terasa sudah 10 tahun keberadaan stasiun antariksa telah menjadi pemersatu negara-negara di dunia yang hidup bersama secara damai. Semoga kerja sama ini tetap terjalin erat pada dekade-dekade berikutnya. Happy Birthday ISS!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau