Beatrice Bertahan, Putra Indonesia Berguguran

Kompas.com - 20/11/2008, 22:19 WIB

SOLO, KAMIS - David Agung Susanto gagal maju ke perempat final kejuaraan International Tennis Federation (ITF) Solo Yunior V 2008. Dalam pertandingan di Lapangan Tenis Manahan, Solo, Kamis (20/11), petenis putra Indonesia yang menjadi unggulan kedua itu dikalahkan petenis non unggulan asal Swiss, Tim Srkala, dengan 6-3 2-6 6-3.

Pada babak delapan besar nanti, Srkala akan menghadapi petenis asal Kroasia, Josip Mesin, yang lolos setelah menyingkirkan petenis China, Chi Shih Jao, dengan skor 6-3 6-2.

Kekalahan Susanto ini juga diikuti empat petenis Indonesia lainnya.

Ega Uneputty tersingkir setelah kalah dari petenis Kroasia, Vedran Ljubicic, dalam pertarungan dua set. Ljubicic menang 7-6 6-1.

Irfan Dwi Nurfianto harus mengakui keunggulan lawannya asal Taiwan, Wen Yao Liang, yang menang 6-2 6-4. Kemudian, Tito Parulian Hutahuruk menyerah dari petenis Irlandia, Sam Barry, yang menang 6-2 6-4.

Ivan Regen Krisjanto yang menjadi unggulan ke-11 juga gagal. Dia dikalahkan petenis asal Meksiko, Javier Perez, dengan skor 6-3 6-4.

Kelompok putri

Pada kelompok putri, Beatrice Gumulya lolos ke babak keempat. Petenis Indonesia yang menjadi unggulan pertama itu mengalahkan petenis China, Sai Sai Zheng, dengan skor 2-6 7-6(6) 6-4.

Sempat kalah di set pertama dari unggulan lima itu, Beatrice bisa bangkit. Petenis peringkat 31 ITF ini berhasil mengambil poin setelah ganti mengatasi lawannya 7-6 melalui tiebreak dan kemudian merebut set ketiga dengan skor 6-4.

Di babak keempat, Beatrice sudah ditunggu Pain Anaeve. Petenis Kalidonia ini lolos setelah menang walk out (WO) atas petenis Indonesia, Cynthia Claire Mulyadi.

Kemenangan Beatrice juga diikuti teman senegaranya, Cynthia Melita, setelah mengalahkan petenis asal Swiss, Melina Gonzalez, dengan 7-5 6-4. Petenis Indonesia lainnya yang lolos adalah Aldila Sutjiadi, setelah menyingkirkan petenis rekan senegaranya, Bella Destriana, dengan 6-3 6-3.

Sementara petenis putri Indonesia yang gagal ke babak keempat adalah Karyn Emeralda yang terpaksa mundur saat lawan petenis India, lawan Tanvi Shah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau