Hari Ini, Wiranto Lantik 120 Relawan Poswir Se-Jatim

Kompas.com - 21/11/2008, 05:31 WIB

JAKARTA, JUMAT - Sebanyak 120 Koordinator dan Sekretaris Gerakan Nasional Relawan (GNR) Pos Wiranto (Poswir) dari tingkat Provinsi dan 38 Kabupaten / Kota seluruh Jawa Timur Jumat (21/11) hari ini akan resmi dilantik oleh Koordinator Nasional GNR Poswir Usamah Hisyam. Rencananya, Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto juga akan hadir.

Para relawan Wiranto ini sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan tentang pemasaran politik yang disampaikan oleh Wakil Kornas GNR Poswir Bidang Sosialisasi Purnama Kusumaningrat,  mantan Redaktur Pelaksana Harian Kompas.Sementara mengenai  Strategi Penggalangan dilakukan oleh Wakil Kornas Bidang Penggalangan, Syaefunnur Maszah, mantan Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (1992-1995)

Usamah Hisyam, Kamis (20/11) dalam siaran pers yang diterima Persda Network menjelaskan, kelahiran Relawan Poswir dari akar rumput karena para relawan dipersatukan oleh dua konsepsi ideologis, yakni dalam dimensi kenegaraan dan dimensi lepemimpinan. Dalam dimensi Kenegaraan, jelasnya,  para relawan sangat prihatin terhadap situasi dan kondisi kehidupan rakyat yang semakin memperihatinkan pasca 10 tahun reformasi.

Perubahan yang dicanangkan belum menghasilkan kemajuan yang berarti bagi rakyat kecil, khususnya dalam upaya menegakkan keadilan serta mempercepat kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

"Kenaikan harga BBM serta minyak tanah yang kian langka akibat konversi ke elpiji yang harganya juga melambung, telah mengakibatkan harga-harga sembako, transportasi, serta harga barang lainnya semakin tak terjangkau, karena penghasilan dan daya beli masyarakat melemah serta kemiskinan dan pengangguran kian meluas," jelas Usamah  

Dalam dimensi kepemimpinan, Usamah menjelaskan, para relawan menilai bangsa Indonesia perlu melahirkan Presiden baru untuk semua, yang dalam menjalankan roda pemerintahan serta  benar-benar dapat memihak pada kepentingan rakyat, bersikap tegas dan tidak peragu, cerdas dan religius, telah berpengalaman di tingkat nasional serta teruji dalam berbagai stuasi, dan mampu melanjutkan pemberantasan KKN tanpa tebang pilih.

"Pilihannya adalah Bapak Wiranto, mantan Panglima TNI dan Menteri Pertahanan yang pernah berada dalam tiga kabinet pemerintahan, yaitu kabinet Presiden Soeharto, Presiden Habibie, dan Presiden Abdurrahman Wahid dengan jabatan terakhir Menko Polkam," ujarnya.

Sementara dalam pernyataan tertulisnya, Ketua Umum DPP Hanura  menyambut positif lahirnya GNR Poswir di Jawa Timur. Ia mengatakan, relawan Poswir ibaratnya suplemen bagi Partai Hanura untuk bertarung memasuki gelanggang Pemilu 2009. Ia kemudian menginstruksikan kepada seluruh jajaran Partai Hanura untuk dapat bekerjasama dan menerima kehadiran Relawan Poswir yang akan berkembang sampai ke tingkat desa.

Wiranto berharap GNR Poswir yang di deklarasikan di Lapangan Panahan GOR Ragunan Jakarta 2 November 2008 lalu, dapat segera bermunculan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

"Saya berharap, sebelum Pemilu 2009, relawan-relawan ini bisa muncul di seluruh pelosok tanah air," harapnya.

Koordinator GNR Poswir Jawa Timur, Kol (Purn) Poedjiyono menambahkan, jelang Pemilu 2009 para relawan akan mendirikan 8.418 gardu Poswir di seluruh desa/kelurahan yang ada. Secara nasional, GNR Poswir akan melahirkan 1.849.453 relawan struktural. Jawa Timur sekitar 89.089 relawan struktural dari tingkat propinsi hingga tingkat desa akan didirikan,  belum termasuk tiga relawan di setiap TPS yang akan mengawal para saksi TPS dari Partai Hanura. Dirinya meyakini, target yang dicanangkan, setiap relawan menarik lima orang pemilih akan tercapai.

"Insya Allah, target 9 juta suara yang akan disumbangkan oleh Relawan Poswir secara nasional untuk memilih Partai Hanura dalam Pemilu nanti akan tercapai," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau