Waduh.. Wall Street Makin Tenggelam

Kompas.com - 21/11/2008, 07:18 WIB

NEW YORK, KAMIS - Saham-saham Wall Street jatuh lagi pada Kamis (20/11) waktu setempat, karena kepanikan investor meluas membuat sebuah serbuan (rush) keluar dari saham dan masuk ke dalam obligasi dalam menghadapi  data ekonomi yang lebih lemah dan perkembangan upaya bailout untuk industri otomotif.
    
Indikator utama pasar merosot  ke posisi terendah dalam 11,5 tahun terakhir, karena para investor berlari untuk menutup  pasar obligasi, mengirimkan imbal hasil (yield) ke posisi terendah selama ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh ke posisi terendah baru dalam lima setengah tahun,  kehilangan 444,99 poin (5,56 persen) menjadi berakhir pada 7.552,29 sehari setelah terperosok 427 poin.

Indeks komposit Nasdaq turun 70,30 poin (5,07 persen)  menjadi 1.316,12, level penutupan terendah sejak 2003. Indeks Standard & Poor’s 500 merosot 54,14 poin (6,71 persen) menjadi 752,44, posisi akhir terendah sejak April 1997.

Elizabeth Harrow dari Schaeffer’s Investment Research mengatakan pasar dihantam oleh "sebuah tembakan beruntun dari berita ekonomi suram."

Pasar terhuyung-huyung sepanjang hari dan aksi jual menguat karena Partai Demokrat di Kongres menunda pemungutan suara  untuk bailout "tiga besar" produsen otomotif yang terpukul krisis hingga paling kurang Desember, dan mengatakan para pimpinan industri untuk datang  dengan sebuah pola penyelamatan baru.

Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid mengatakan itu "sebuah kenyataan menyedihkan" meski sebuah bipartisan disepakati oleh para senator dari negara yang memiliki jutaan pekerja  yang tergantung pada industri tersebut,  dukungan itu belum cukup untuk bailout.

Berita itu mengecilkan prospek untuk sektor utama dengan keseluruhan ekonomi menghadapi masalah mengerikan dan pengangguran meningkat. "Sentimen di Wall Street juga terpukul keras penurunan hari-hari terakhir di tengah memburuknya ekonomi dan ketidakpastian  kesehatan industri otomotif AS," kata analis Charles Schwab & Co.
    
Berita ekonomi terakhir masih suram karena  departemen tenaga kerja AS mengatakan klaim baru asuransi pengangguran dalam sepekan lalu melonjak ke posisi tertinggi 16 tahun sebanyak 542.000. "Ini sebuah laporan yang mengerikan dalam pasar kerja," kata John Ryding dari RDQ Economics.
    
Sementara sebuah lembaga riset swasta The Conference Board melaporkan bahwa indeks tinjauan mendatang dari indikator ekonomi utama  turun 0,8 persen pada Oktober. "Ekonomi sedang mengalami kontraksi, dan menghadapi kontraksi yang intensif pada beberap bulan mendatang," kata Ken Goldstein, ekonom sebuah perusahaan riset bisnis.
    
Tindakan pasar terjadi di tengah sebuah kekacauan global dengan terlihat merosot 6,89 persen di Tokyo dan turun tajam di Eropa. "Di sana tidak ada  jalan untuk membubuhkan lipstick," kata Yves Smith, analis dari Naked Capitalism.
    
Kepanikan mendorong para investor masuk ke dalam obligasi, memecahkan rekor untuk pasar itu.

Imbal hasil pada Treasury bills (surat utang jangka pendek pemerintah) bertenor empat minggu  turun menjadi 0,045 persen dan bertenor tiga bulan hanya memberikan yield 0,03 persen, karena para investor menyerbunya untuk mengamankan investasi mereka.

Yield obligasi negara (Treasury bond) bertenor 10 tahun tercatat 3,022 persen, rekor terendah, setelah 3,391 persen pada Rabu.  Yield obligasi negara bertenor 30 tahun turun menjadi 3,502 persen, terendah sejak rekor dipertahankan oleh Federal Reserve pada 1977,  terhadap 3,972 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dalam arah berlawanan.
    
Ian Shepherdson, ekonom dari High Frequency Economics, mengatakan kecemasan terhadap deflasi dan kekhawatiran terhadap saham dapat mengirimkan yield obligasi ke posisi terendah. "Ini sangat menggairahkan untuk investor obligasi namun itu juga memiliki implikasi makro ekonomi," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau