NEW YORK, KAMIS - Dollar AS menguat terhadap euro pada Kamis (20/11) waktu setempat, karena para investor mencari tempat perlindungan yang aman setelah Wall Street kacau balau dilanda aksi jual, menyusul data baru yang menunjukkan pasar kerja AS kian memburuk.
Sekitar 2200 GMT, euro diperdagangkan pada 1,2458 dollar AS, turun dari 1,2508 dollar akhir Rabu.
Dollar merosot menjadi 93,82 yen dari 95,77, dengan yen menjaga statusnya sebagai sebuah "safe haven".
Para investor menjadikan dollar sebagai safe haven sementara saham-saham AS jatuh untuk kali kedua hari berturut-turut di tengah kepanikan para investor terhadap krisis finansial.
Indikator utama Wall Street merosot ke posisi terendah dalam 11,5 tahun terakhir, karena para investor berlari untuk menutup pasar obligasi, mengirimkan imbal hasil (yield) ke posisi terendah selama ini
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh ke posisi terendah baru dalam lima setengah tahun, kehilangan 444,99 poin (5,56 persen) menjadi berakhir pada 7.552,29 sehari setelah terperosok 427 poin.
Indeks komposit Nasdaq turun 70,30 poin (5,07 persen) menjadi 1.316,12, level penutupan terendah sejak 2003. Indeks Standard & Poor’s 500 merosot 54,14 poin (6,71 persen) menjadi 752,44, posisi akhir terendah sejak April 1997.
"Dollar terus diperdagangkan pada ’risk aversion’ karena pasar ekuitas berada di zona merah," kata David Gilmore, analis dari Foreign Exchange Analytics.
Dollar sering kali naik setelah data ekonomi bermasalah AS dipublikasikan, dan data departemen tenaga kerja Kamis, membuat poin serupa.
Departemen tenaga kerja AS mengatakan klaim baru asuransi pengangguran dalam sepekan lalu melonjak ke posisi tertinggi 16 tahun sebanyak 542.000 karena ekonomi terbesar di dunia itu terperosok ke dalam resesi. "Ini sebuah laporan yang mengerikan dalam pasar kerja," kata John Ryding dari RDQ Economics.
"Sejauh ini kami dapat mendengar, perusahaan-perusahaan telah melempar handuk sejak September," kata Ian Shepherdson, kepala ekonom High Frequency Economics.
Yen mengabaikan berita bahwa ekspor Jepang jatuh pada posisi tercepat dalam hampir tujuh tahun, mendorong ekonomi terbesar Asia itu jatuh ke dalam resesi.
Dalam perdagangan terakhir di New York, dollar naik menjadi 1,2245 franc Swiss dari 1,2119 pada Rabu. Pound pada 1,4719 dollar, turun dari 1,4960 dollar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang