Ekonomi AS Memburuk, Dollar Malah Menguat

Kompas.com - 21/11/2008, 07:50 WIB

NEW YORK, KAMIS - Dollar AS menguat terhadap euro pada Kamis (20/11) waktu setempat, karena para investor mencari tempat perlindungan yang aman  setelah Wall Street kacau balau dilanda aksi jual, menyusul data baru yang menunjukkan pasar kerja AS kian memburuk.
    
Sekitar 2200 GMT, euro diperdagangkan pada 1,2458 dollar AS, turun dari 1,2508 dollar akhir Rabu.
    
Dollar merosot menjadi 93,82 yen dari 95,77, dengan yen menjaga statusnya sebagai sebuah "safe haven".
    
Para investor menjadikan dollar sebagai safe haven sementara saham-saham AS jatuh untuk kali kedua hari berturut-turut di tengah kepanikan para investor terhadap krisis finansial.
    
Indikator utama Wall Street merosot  ke posisi terendah dalam 11,5 tahun terakhir, karena para investor berlari untuk menutup  pasar obligasi, mengirimkan imbal hasil (yield) ke posisi terendah selama ini

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh ke posisi terendah baru dalam lima setengah tahun,  kehilangan 444,99 poin (5,56 persen) menjadi berakhir pada 7.552,29 sehari setelah terperosok 427 poin.

Indeks komposit Nasdaq turun 70,30 poin (5,07 persen)  menjadi 1.316,12, level penutupan terendah sejak 2003. Indeks Standard & Poor’s 500 merosot 54,14 poin (6,71 persen) menjadi 752,44, posisi akhir terendah sejak April 1997.

"Dollar terus diperdagangkan pada ’risk aversion’  karena pasar ekuitas berada di zona merah," kata David Gilmore, analis dari Foreign Exchange Analytics.
    
Dollar sering kali naik setelah data ekonomi bermasalah AS dipublikasikan, dan data departemen tenaga kerja Kamis, membuat poin serupa.
    
Departemen tenaga kerja AS mengatakan klaim baru asuransi pengangguran dalam sepekan lalu melonjak ke posisi tertinggi 16 tahun sebanyak 542.000 karena ekonomi terbesar di dunia itu terperosok ke dalam resesi. "Ini sebuah laporan yang mengerikan dalam pasar kerja," kata John Ryding dari RDQ Economics.
    
"Sejauh ini kami dapat mendengar, perusahaan-perusahaan telah melempar handuk sejak September," kata Ian Shepherdson, kepala ekonom High Frequency Economics.

Yen mengabaikan berita bahwa ekspor Jepang jatuh pada posisi tercepat  dalam hampir tujuh tahun, mendorong ekonomi terbesar Asia itu jatuh ke dalam resesi.

Dalam perdagangan terakhir di New York, dollar naik menjadi 1,2245 franc Swiss dari 1,2119 pada Rabu. Pound pada 1,4719 dollar, turun dari 1,4960 dollar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau