Penyebab Kebakaran Palangkaraya Masih Diselidiki

Kompas.com - 21/11/2008, 08:15 WIB

Laporan wartawan Kompas Cyprianus Anto Saptowalyono

PALANGKARAYA, JUMAT - Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Palangkaraya, Ajun Komisaris Polisi Hari Brata, Jumat (21/11), menuturkan, polisi hingga saat ini masih menyelidiki penyebab kebakaran di Pasar Payang Sari, kompleks Pasar Besar Palangkaraya yang terbakar subuh tadi.

Sementara itu Serka Sokip, seorang bintara pembina desa kawasan pasar tersebut, menuturkan, kebakaran terjadi mulai sekitar puku 05.10, yang diawali dengan suara ledakan kecil dari kios yang menjorok ke dalam. "Subuh tadi rencananya kami - yang masuk dalam tim gabungan dengan pihak kepolisian - akan melakukan penertiban pedagang kaki lima di pasar ini. Tapi habis sembahyang tadi tiba-tiba ada ledakan kecil lalu muncul api," katanya.

Melihat hal ini, mereka kemudian mengontak pemadam kebakaran dan juga PLN. Sekitar 20 menit kemudian, mobil pemadam kebakaran mulai berdatangan untuk memadamkan kebakaran. Kepala Kepolisian Resor Palangkaraya, Ajun Komisaris Besar Andi Fairan, menuturkan, pihaknya akan meminta bantuan tim dari Laboratorium Forensik Surabaya untuk menyelidiki penyebab kebakaran di Pasar Payang Sari ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau