Tidak Ada Peminat, Wapres Minta Sumut Bangun Sendiri Tol Bandara

Kompas.com - 21/11/2008, 12:53 WIB

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

KUALANAMU, JUMAT — Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meminta Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Sumut, membangun jalan tol dari Medan ke Kualanamu sepanjang 14 kilometer untuk memperpendek jarak menuju Bandara Medan Baru Kualanamu di Deli Serdang, Sumut.

Hingga saat ini belum ada investor yang mau membangun jalan tol tersebut karena mereka menganggap jalan tol tersebut kurang komersial. "Menteri jangan cari bantuan dulu. Biar Pak Gubernur dan Pak Bupati yang membangun jalan tol itu. Pemerintah pusat sudah membangun bandaranya," tandas Wapres Kalla kepada Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat mendengar paparan mengenai perkembangan kemajuan pembangunan Bandara Medan Baru Kualanamu, Sumut, di lokasi pembangunan bandara tersebut, Jumat (21/11).

Wapres Kalla yang dari Bandara Polonia, Medan, melalui jalan darat kurang lebih setengah jam, mengakui, melalui jalan yang berputar-putar dan sempit sehingga menanyakan realisasi pembangunan jalan tol yang sejak semula dirancang menyertai pembangunan bandara tersebut.

Sebelumnya, Djoko menyatakan bahwa jalan tol Medan-Kualanamu sudah ditawarkan kepada para investor. Namun, tidak ada yang berminat karena dianggap tidak komersial bagi mereka. "Oleh sebab itu, kami membuat jalan alternatif sepanjang 14,5 kilometer yang direncanakan selesai pada Desember 2009. Jalan tol bisa dibangun jika ada bantuan luar negeri dan biaya APBN," kata Djoko.

Untuk tahap pertama, kata Djoko, jalan yang semula lebarnya 14 meter itu dibuat secara bertahap dengan lebar baru 7 meter. "Kalau tahap pertama ini selesai dibangun pada Desember tahun depan, tepat berbarengan dengan selesainya pembangunan bandara pada akhir tahun 2009," ujar Djoko.

Sampai dengan akhir 2008 ini, tutur Dirut PT Angkasa Pura II Eddy Haryoto, dibutuhkan dana sebesar Rp 3,1 triliun untuk penyelesaian bandara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau