JAKARTA, JUMAT - Temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) beberapa hari lalu menunjukkan, swing voter atau pemilih yang tidak terikat pada sebuah partai politik dalam kurun waktu lama, mencapai 34 persen pada tujuh parpol besar pada rentang tiga tahun terakhir.
Hanya Partai Demokrat yang angkanya tidak pernah turun dari hasil Pemilu 2004. Sedangkan Golkar dan PDIP mengalami kemerosotan tajam.
Menanggapi hasil survei dan seberapa besar pengaruh kemerosotan swing voter bagi PDIP, Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait mengatakan partai pimpinan Megawati itu tak pernah mempertimbangkan dan peduli terhadap hasil survei.
"Lembaga survei itu, posisinya di mana? Dibayar oleh siapa? Setiap lembaga survei, kalau menyampaikan hasil survei harus menjelaskan metodenya apa. Kami menduga kuat, LSI atau Fox itu ada di posisi Pak SBY. Jadi, tidak pernah dijadikan pertimbangan," kata Maruarar pada diskusi di DPR, Jumar (21/11).
Ia menambahkan, hasil survei seringkali menimbulkan tanda tanya. Anggota Komisi XI DPR itu mencontohkan, jika ada hasil survei yang menunjukkan ada perubahan drastis maka harus dimintai pertanggungjawaban publik. "Misalnya, fakta survei selama ini, di papan atas ada Mega dan SBY. Di papan tengah ada Sultan, Wiranto dan Hidayat Nur Wahid. Kalau ada survei yang di atas tiba-tiba di bawah, perlu minta pertanggungjawaban publik," kata Maruarar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang